Warga Tangerang kini bisa berobat gratis
Senin, 10 Maret 2014 - 16:24 WIB
Warga Tangerang kini bisa berobat gratis
A
A
A
Sindonews.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanpa Kelas Kota Tangerang hari ini di launching untuk melayani pasien rawat inap. Rumah sakit yang menelan anggaran Rp700 miliar ini akan melayani warga Tangerang secara gratis.
"Alhamdulillah setelah beberapa kali batal di launching, hari ini RSUD Kota Tangerang bisa dibuka untuk melayani masyarakat. Ini bukti komitmen Pemkot melayani masyarakat," Kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, Senin (10/3/2014).
Sebelumnya, kata Arief, Februari 2014, Pemkot baru bisa melaunching pelayanan rawat jalan, karena masih ada kendala untuk operasional rawat inap. "Baru hari ini full operasional," katanya.
Rumah sakit tanpa kelas ini kata Arief terdiri dari delapan lantai dengan 300 tempat tidur yang dilengkapi 16 poli dengan 39 dokter spesialis dan 43 dokter umum. Selain ruang rawat inap, rumah sakit yang berdiri megah ini juga dilengkapi dengan fasilitas media penting lain seperti ICU dan lainnya.
"Harapannya RSUD Tangerang jadi rujukan, biasanya warga Kota Tangerang dirujuk ke rumah sakit besar di Jakarta, sekarang bisa dirujuk ke rumah sakit ini, rumah sakit ini khusus melayani pelayanan kesehatan masyarakat kota Tangerang, alias dibiayai APBD," tuturnya.
Tetapi untuk penyakit-penyakit kronis, Arief mengakui, RSUD ini belum bisa melakukan pelayanan, pasalnya belum tersedia tenaga dibidangnya dan peralatan medis yang memadai.
Sementara, Direktur RSUD Tangerang, dr Ati Pramudji mengakui, anggaran rumah sakit yang sudah lebih dari setahun dibangun ini menghabiskan anggaran Rp700 miliar.
"Rp700 miliar mulai dari pembangunan hingga peralatan dan operasional, ini all out," tegasnya.
Sementara untuk operasional RSUD selama 2014 ini, Ati mengaku, mendapatkan anggaran Rp200 miliar.
"Alhamdulillah setelah beberapa kali batal di launching, hari ini RSUD Kota Tangerang bisa dibuka untuk melayani masyarakat. Ini bukti komitmen Pemkot melayani masyarakat," Kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, Senin (10/3/2014).
Sebelumnya, kata Arief, Februari 2014, Pemkot baru bisa melaunching pelayanan rawat jalan, karena masih ada kendala untuk operasional rawat inap. "Baru hari ini full operasional," katanya.
Rumah sakit tanpa kelas ini kata Arief terdiri dari delapan lantai dengan 300 tempat tidur yang dilengkapi 16 poli dengan 39 dokter spesialis dan 43 dokter umum. Selain ruang rawat inap, rumah sakit yang berdiri megah ini juga dilengkapi dengan fasilitas media penting lain seperti ICU dan lainnya.
"Harapannya RSUD Tangerang jadi rujukan, biasanya warga Kota Tangerang dirujuk ke rumah sakit besar di Jakarta, sekarang bisa dirujuk ke rumah sakit ini, rumah sakit ini khusus melayani pelayanan kesehatan masyarakat kota Tangerang, alias dibiayai APBD," tuturnya.
Tetapi untuk penyakit-penyakit kronis, Arief mengakui, RSUD ini belum bisa melakukan pelayanan, pasalnya belum tersedia tenaga dibidangnya dan peralatan medis yang memadai.
Sementara, Direktur RSUD Tangerang, dr Ati Pramudji mengakui, anggaran rumah sakit yang sudah lebih dari setahun dibangun ini menghabiskan anggaran Rp700 miliar.
"Rp700 miliar mulai dari pembangunan hingga peralatan dan operasional, ini all out," tegasnya.
Sementara untuk operasional RSUD selama 2014 ini, Ati mengaku, mendapatkan anggaran Rp200 miliar.
(mhd)