Tim DVI ambil sampel darah ibu Sugianto Lo
Senin, 10 Maret 2014 - 13:51 WIB
Tim DVI ambil sampel darah ibu Sugianto Lo
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak tiga orang petugas Disaster Victim Identifiaction (DVI) Mabes Polri mendatangi kediaman ibu kandung Sugianto Lo, salah seorang penumpang Malaysia Airlines MH 370 yang hilang di perairan Vietnam.
Mereka mendatangi alamat rumah sang ibu di Jalan Bilal, Gang idris Nomor 65, Kecamatan Medan Timur, Senin (10/3/2014) pagi tadi. "Iya datang untuk mengambil sampel darah ibu," tutur saudara Sugianto, Aeng kepada wartawan.
Menurutnya, kedatangan petugas DVI dimaksudkan untuk mengambil sampel darah ibu yang nantinya akan digunakan untuk keperluan tes deoxyribonecleic acid atau DNA.
"Iya sampel darahnya pakai peralatan identifikasi khusus, untuk mencocokkan dengan Sugianto," tuturnya kembali.
Diketahui, Sugianto tak sendiri. Saat kejadian, dia bersama istrinya, Vinny Chynthya di dalam pesawat menuju Beijing, Chona, untuk berlibur. Namun, rencana menyaksikan kebesaran dan kejayaan kekaisaran China mereka terpaksa kandas setelah pesawat Malaysia Airlines (MAS) yang ditumpangi mereka hilang kontakl di perairan Vietnam.
Menurut teman dekat Sugianto Lo, Jhonny Taslim (63), pasutri itu berangkat ke Beijing, China untuk berwisata melihat tembok besar China dan mengunjungi Kota Terlarang (Forbidden City).
"Ini pertama kali mereka ke Beijing. Rencananya akan seminggu berlibur di Beijing," kata Jhonny.
Jhonny menuturkan, Sugianto merupakan seorang pengusaha bidang instalasi listrik. Korban diketahui juga memiliki kebun sawit di Dumai, Riau. “Mereka memiliki tiga anak dari pernikahan mereka, dua laki-laki dan satu perempuan. Yang paling besar masih SMA, usianya sekira 16 tahunlah,” imbuhnya.
Baca:
Niat berlibur, pasutri ini jadi korban Malaysia Airlines
WN Belanda bermarga Simanjuntak jadi korban Malaysia Airlines
Keluarga penumpang Malaysia Airlines berharap Firman Chandra selamat
Mereka mendatangi alamat rumah sang ibu di Jalan Bilal, Gang idris Nomor 65, Kecamatan Medan Timur, Senin (10/3/2014) pagi tadi. "Iya datang untuk mengambil sampel darah ibu," tutur saudara Sugianto, Aeng kepada wartawan.
Menurutnya, kedatangan petugas DVI dimaksudkan untuk mengambil sampel darah ibu yang nantinya akan digunakan untuk keperluan tes deoxyribonecleic acid atau DNA.
"Iya sampel darahnya pakai peralatan identifikasi khusus, untuk mencocokkan dengan Sugianto," tuturnya kembali.
Diketahui, Sugianto tak sendiri. Saat kejadian, dia bersama istrinya, Vinny Chynthya di dalam pesawat menuju Beijing, Chona, untuk berlibur. Namun, rencana menyaksikan kebesaran dan kejayaan kekaisaran China mereka terpaksa kandas setelah pesawat Malaysia Airlines (MAS) yang ditumpangi mereka hilang kontakl di perairan Vietnam.
Menurut teman dekat Sugianto Lo, Jhonny Taslim (63), pasutri itu berangkat ke Beijing, China untuk berwisata melihat tembok besar China dan mengunjungi Kota Terlarang (Forbidden City).
"Ini pertama kali mereka ke Beijing. Rencananya akan seminggu berlibur di Beijing," kata Jhonny.
Jhonny menuturkan, Sugianto merupakan seorang pengusaha bidang instalasi listrik. Korban diketahui juga memiliki kebun sawit di Dumai, Riau. “Mereka memiliki tiga anak dari pernikahan mereka, dua laki-laki dan satu perempuan. Yang paling besar masih SMA, usianya sekira 16 tahunlah,” imbuhnya.
Baca:
Niat berlibur, pasutri ini jadi korban Malaysia Airlines
WN Belanda bermarga Simanjuntak jadi korban Malaysia Airlines
Keluarga penumpang Malaysia Airlines berharap Firman Chandra selamat
(rsa)