Hari ini, Dishub gelar Operasi Lintas Jaya
Senin, 10 Maret 2014 - 08:40 WIB
Hari ini, Dishub gelar Operasi Lintas Jaya
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan melakukan 'Operasi Lintas Jaya' hari ini, hal ini meliputi wilayah Jalan Dewi Sartika, Otista, Jatinegara Barat, Matraman Raya, Salemba, Gunung Sahari hingga Ancol, Jakarta Utara.
"Memang masih banyak yang melakukan pelanggaran, untuk itu kita lakukan operasi ini," kata Kabid Pengendalian dan Operasional Dishub DKI Jakarta Sunardi Sinaga, Senin (10/3/2014).
Operasi tersebut akan dilakukan selama dua minggu. Sambungnya, dalam menjalankan operasi itu, Dishub DKI Jakarta akan menerjunkan sedikitnya 250 personel gabungan. Dishub DKI akn bekerja sama dengan pihak kepolisian.
Sunardi mengatakan, kesulitan utama dalam menertibkan lalu lintas adalah mengubah paradigma masyarakat dan pengemudi angkutan umum untuk bisa bertindak sesuai aturan.
Menurutnya, jika semua mengikuti aturan tentu jalan bisa lebih lancar. Dirinya mencontohkan, ketika jalan terhambat, kemudian di jalur bus Transjakarta terlihat sepi, banyak pemotor yang nekad masuk jalur bus Transjakarta. Akibatnya kedatangan bus itu terlambat dan masyarakat enggan menggunakan bus Transjakarta.
"Yang terpenting dari kegiatan ini adalah mengubah pola pikir masyarakat tentang berlalu lintas," ujarnya.
Terkait kelengkapan surat-surat kendaraan menurutnya ada kelengahan baik dari pengusaha ke pengemudi, sehingga pengemudi yang sudah mengetahui aturan malah ikut melanggar.
Sekadar diketahui, kawasan Jakarta Pusat di Jalan Salemba kerap terjadi kemacetan di depan Pasar Kenari, dimana angkutan umum kerap berhenti lama menunggu penumpang.
Beberapa mobil yang datang untuk di cat juga menjadi salah satu penyebab kemacetan. Tidak hanya itu di depan Polres Jakarta Pusat dua jalur digunakan untuk parkir petugas kepolisian.
"Memang masih banyak yang melakukan pelanggaran, untuk itu kita lakukan operasi ini," kata Kabid Pengendalian dan Operasional Dishub DKI Jakarta Sunardi Sinaga, Senin (10/3/2014).
Operasi tersebut akan dilakukan selama dua minggu. Sambungnya, dalam menjalankan operasi itu, Dishub DKI Jakarta akan menerjunkan sedikitnya 250 personel gabungan. Dishub DKI akn bekerja sama dengan pihak kepolisian.
Sunardi mengatakan, kesulitan utama dalam menertibkan lalu lintas adalah mengubah paradigma masyarakat dan pengemudi angkutan umum untuk bisa bertindak sesuai aturan.
Menurutnya, jika semua mengikuti aturan tentu jalan bisa lebih lancar. Dirinya mencontohkan, ketika jalan terhambat, kemudian di jalur bus Transjakarta terlihat sepi, banyak pemotor yang nekad masuk jalur bus Transjakarta. Akibatnya kedatangan bus itu terlambat dan masyarakat enggan menggunakan bus Transjakarta.
"Yang terpenting dari kegiatan ini adalah mengubah pola pikir masyarakat tentang berlalu lintas," ujarnya.
Terkait kelengkapan surat-surat kendaraan menurutnya ada kelengahan baik dari pengusaha ke pengemudi, sehingga pengemudi yang sudah mengetahui aturan malah ikut melanggar.
Sekadar diketahui, kawasan Jakarta Pusat di Jalan Salemba kerap terjadi kemacetan di depan Pasar Kenari, dimana angkutan umum kerap berhenti lama menunggu penumpang.
Beberapa mobil yang datang untuk di cat juga menjadi salah satu penyebab kemacetan. Tidak hanya itu di depan Polres Jakarta Pusat dua jalur digunakan untuk parkir petugas kepolisian.
(mhd)