Polisi kesulitan ungkap kasus petrus
Minggu, 09 Maret 2014 - 22:54 WIB
Polisi kesulitan ungkap kasus petrus
A
A
A
Sindonews.com - Kepolisian Resor Tulungagung kesulitan mengungkap kasus dugaan penembakan yang menimpa Mujani (42), warga Desa Sebalor, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung. Sebab meski ada dua luka pada bagian dada, polisi tidak menemukan adanya proyektil.
“Hasil olah TKP tidak menemukan adanya proyektil. Kita belum bisa memastikan apakah luka itu akibat tembakan atau sebab lain,“ ujar Kasatreskrim Polres Tulungagung Ajun Komisaris Polisi Lahuri, kepada wartawan, Minggu (9/3/2014).
Peristiwa “penembakan” misterius (Petrus) tersebut berlangsung, pada Jumat 7 Maret 2014 malam. Mujani yang keluar rumah karena mendengar suara berisik tiba-tiba mengaduh kesakitan. Pada bagian dada sebelah kanan mengucur darah segar. Sebelum rasa panas itu datang, lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini mengaku mendengar bunyi letusan.
“Saat ini kita masih terus mendalami penyelidikan, termasuk meminta keterangan saksi di lapangan,“ jelasnya.
Sementara itu, Mujani yang sempat dilarikan ke RSUD dr Iskak telah diperbolehkan pulang. Meski tidak bisa melihat jelas wajah penyerangnya, dia tetap meyakini, senjata yang digunakan untuk melukainya sejenis senapan.
“Saat itu gelap. Jadi saya tidak bisa melihatnya. Saya yakin senjata yang digunakan untuk menyerang saya sejenis senapan,“ terang Mujani.
Mujani mengaku, dirinya tidak pernah memiliki masalah dengan orang lain, termasuk bermusuhan. Karenanya dia belum bisa memahami motif dari penyerangnya.
“Saya hanya berharap petugas bisa secepatnya mengungkap kasusnya. Sampai hari ini tidak tahu alasannya kenapa melukai saya,“ pungkasnya.
“Hasil olah TKP tidak menemukan adanya proyektil. Kita belum bisa memastikan apakah luka itu akibat tembakan atau sebab lain,“ ujar Kasatreskrim Polres Tulungagung Ajun Komisaris Polisi Lahuri, kepada wartawan, Minggu (9/3/2014).
Peristiwa “penembakan” misterius (Petrus) tersebut berlangsung, pada Jumat 7 Maret 2014 malam. Mujani yang keluar rumah karena mendengar suara berisik tiba-tiba mengaduh kesakitan. Pada bagian dada sebelah kanan mengucur darah segar. Sebelum rasa panas itu datang, lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini mengaku mendengar bunyi letusan.
“Saat ini kita masih terus mendalami penyelidikan, termasuk meminta keterangan saksi di lapangan,“ jelasnya.
Sementara itu, Mujani yang sempat dilarikan ke RSUD dr Iskak telah diperbolehkan pulang. Meski tidak bisa melihat jelas wajah penyerangnya, dia tetap meyakini, senjata yang digunakan untuk melukainya sejenis senapan.
“Saat itu gelap. Jadi saya tidak bisa melihatnya. Saya yakin senjata yang digunakan untuk menyerang saya sejenis senapan,“ terang Mujani.
Mujani mengaku, dirinya tidak pernah memiliki masalah dengan orang lain, termasuk bermusuhan. Karenanya dia belum bisa memahami motif dari penyerangnya.
“Saya hanya berharap petugas bisa secepatnya mengungkap kasusnya. Sampai hari ini tidak tahu alasannya kenapa melukai saya,“ pungkasnya.
(san)