Kekerasan terhadap perempuan terus meningkat
Minggu, 09 Maret 2014 - 17:54 WIB
Kekerasan terhadap perempuan terus meningkat
A
A
A
Sindonews.com - Sepanjang tahun 2013 kasus kekerasan terhadap perempuan meningkat tajam. Berdasarkan data Komisi Nasional Anti-Kekerasan terhadap perempuan, sepanjang tahun 2013 tercatat hampir 280 ribu kasus kekerasan yang dialami perempuan.
Pada tahun 2012, tercatat kasus kekerasan terhadap perempuan sejumlah 216.156 kasus. Di 2013 kasus kekerasan meningkat menjadi 279.760 kasus.
Pemerhati pemberdayaan perempuan Lisdawaty Matakupan Permana mengatakan, meningkatnya kekerasan terhadap perempuan terjadi karena krisis moral yang terjadi di mana-mana.
"Krisis moral yang terjadi di masyarakat karena akhlak laki-laki yang semakin rusak, kurangnya perhatian orang tua, minimnya pendidikan agama, lingkungan yang tidak baik, serta faktor ekonomi yang rendah," katanya, Minggu (9/3/2014).
Sementara itu pemerhati kekerasan terhadap perempuan dan anak Eni Eryani mengungkapkan, tindak kekerasan meningkat karena kepedulian pemerintah terhadap perempuan belum maksimal.
"Kepedulian terhadap perempuan tidak hanya fisik saja, melainkan psikis yang bisa menimbulkan depresi, stres, bahkan gila," ujar pendiri Yayasan Merah Putih Mandiri ini.
Eni menambahkan, kelemahan perempuan dari sisi kesehatan, pendidikan, pengetahuan yang minim dan belum memahami arti sebagai ibu.
"Perempuan harus memperhatikan kesehatan dan pendidikannya agar menjadi tangguh dan kuat, karena wanita akan menjadi ibu yang melahirkan anak-anak bangsa yang berkualitas. Serta perempuan Indonesia adalah wanita mulia yang perlu diangkat derajatnya," pungkasnya.
Pada tahun 2012, tercatat kasus kekerasan terhadap perempuan sejumlah 216.156 kasus. Di 2013 kasus kekerasan meningkat menjadi 279.760 kasus.
Pemerhati pemberdayaan perempuan Lisdawaty Matakupan Permana mengatakan, meningkatnya kekerasan terhadap perempuan terjadi karena krisis moral yang terjadi di mana-mana.
"Krisis moral yang terjadi di masyarakat karena akhlak laki-laki yang semakin rusak, kurangnya perhatian orang tua, minimnya pendidikan agama, lingkungan yang tidak baik, serta faktor ekonomi yang rendah," katanya, Minggu (9/3/2014).
Sementara itu pemerhati kekerasan terhadap perempuan dan anak Eni Eryani mengungkapkan, tindak kekerasan meningkat karena kepedulian pemerintah terhadap perempuan belum maksimal.
"Kepedulian terhadap perempuan tidak hanya fisik saja, melainkan psikis yang bisa menimbulkan depresi, stres, bahkan gila," ujar pendiri Yayasan Merah Putih Mandiri ini.
Eni menambahkan, kelemahan perempuan dari sisi kesehatan, pendidikan, pengetahuan yang minim dan belum memahami arti sebagai ibu.
"Perempuan harus memperhatikan kesehatan dan pendidikannya agar menjadi tangguh dan kuat, karena wanita akan menjadi ibu yang melahirkan anak-anak bangsa yang berkualitas. Serta perempuan Indonesia adalah wanita mulia yang perlu diangkat derajatnya," pungkasnya.
(ysw)