Risma curhat di hadapan mahasiswa ITB
Sabtu, 08 Maret 2014 - 16:19 WIB
Risma curhat di hadapan mahasiswa ITB
A
A
A
Sindonews.com - Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) hari ini mendapatkan kunjungan dari Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Pemimpin perempuan di Surabaya itu hadir sebagai pembicara dalam kebangsaan.
Di hadapan ribuan mahasiswa ITB, Risma menyinggung polemik yang menderanya. Menurut Risma, menjadi seorang wali kota sangat merugikan dirinya. "Kalau dibilang rugi, ya rugi," katanya, Sabtu (8/3/2014).
Hal itu dikatakan karena sejak menjabat sebagai orang nomor satu di Surabaya, Risma mengaku banyak kehilangan waktu demi mengurusi rakyat. Hal itu selama ini dijalani karena tanggung jawab yang sudah melekat sejak dia dilantik.
Menurut Risma, seorang pemimpin juga kerap disambangi rasa bosan dan jenuh. "Adakalanya saya bisa memberikan semuanya ke masyarakat, adakalanya tidak," ungkapnya.
Sejak jadi Wali Kota Surabaya, Risma pun mengaku tidak menikmatinya. "Makanya kalau dituduh macam-macam lebih baik saya berhenti," tegasnya.
Jika mundur, dia pun akan mengerjakan pekerjaan lain. Dia ingin menjadi guru, entah guru SD, SMP, maupun SMA.
"Saya mau tukeran sama Ridwan Kamil. Dulu kan dia dosen sekarang jadi wali kota. Kalau saya mau jadi guru," kelakarnya.
Sementara dalam dialog kebangsaan itu, Risma mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersatu. Sebab Indonesia memiliki banyak potensi di berbagai bidang. "Semuanya harus bersatu," tandas Risma.
Baca juga:
Risma : Sampai Saya mati, KBS tidak akan dipindah
Di hadapan ribuan mahasiswa ITB, Risma menyinggung polemik yang menderanya. Menurut Risma, menjadi seorang wali kota sangat merugikan dirinya. "Kalau dibilang rugi, ya rugi," katanya, Sabtu (8/3/2014).
Hal itu dikatakan karena sejak menjabat sebagai orang nomor satu di Surabaya, Risma mengaku banyak kehilangan waktu demi mengurusi rakyat. Hal itu selama ini dijalani karena tanggung jawab yang sudah melekat sejak dia dilantik.
Menurut Risma, seorang pemimpin juga kerap disambangi rasa bosan dan jenuh. "Adakalanya saya bisa memberikan semuanya ke masyarakat, adakalanya tidak," ungkapnya.
Sejak jadi Wali Kota Surabaya, Risma pun mengaku tidak menikmatinya. "Makanya kalau dituduh macam-macam lebih baik saya berhenti," tegasnya.
Jika mundur, dia pun akan mengerjakan pekerjaan lain. Dia ingin menjadi guru, entah guru SD, SMP, maupun SMA.
"Saya mau tukeran sama Ridwan Kamil. Dulu kan dia dosen sekarang jadi wali kota. Kalau saya mau jadi guru," kelakarnya.
Sementara dalam dialog kebangsaan itu, Risma mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersatu. Sebab Indonesia memiliki banyak potensi di berbagai bidang. "Semuanya harus bersatu," tandas Risma.
Baca juga:
Risma : Sampai Saya mati, KBS tidak akan dipindah
(rsa)