Misteri mobil Hafitd mogok usai nafas Ade Sara terhenti
Jum'at, 07 Maret 2014 - 23:10 WIB
Misteri mobil Hafitd mogok usai nafas Ade Sara terhenti
A
A
A
Sindonews.com - Ahmad Imam Al Hafitd (19) dan Assyifa Ramadhani (18) membawa Ade Sara Angelina Suroto (19) ke berbagai tempat hingga diketahui tak lagi bernafas di dekat Apartemen ITC Kemayoran. Ada cerita misteri usai mahasiswi Universitas Budi Mulia itu tewas.
Cerita disusun berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kota Kompol Nuredy Irwansyah saat gelar perkara di Mapolresta Bekasi Kota di Jalan Veteran, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jumat (7/3/2014).
Cerita ini diawali setelah Ade Sara tak lagi bernyawa. Kendaraan KIA Visto yang ditumpangi pelaku Hafitd dan Assyifa tiba-tiba mogok. Para pelaku sempat meminta tolong kepada sopir taksi untuk men-charging aki mobil yang telah dibawa berputar-putar ke berbagai tempat di Jakarta itu.
Setelah mobil hidup kembali, pelaku melajukan kendaraan. Anehnya, baru 200 meter melaju kendaraan jenis city car itu kembali mogok. Kemudian pelaku meminta tolong kepada orang lain untuk menghidupkan kendaraannya.
Meski kembali hidup dan melaju, kendaraan pelaku berulang kali mogok. Kesal, pelaku menghubungi temannya untuk dibelikan accu baru. Teman pelaku sempat menaruh kecurigaan saat melihat korban dan sempat bertanya. Namun teman pelaku tidak menindaklanjuti kecurigaannya.
Meski telah mengganti accu dengan yang baru, mobil pelaku masih saja tersendat-sendat. Sekira pukul 11.00 WIB, Selasa 4 Maret, dengan keadaan mesin mobil yang tersendat-sendat di Rawamangun pelaku mengambil arah ke Salemba untuk mencari bengkel.
Sekira pukul 17.30 WIB pelaku menemukan bengkel untuk memperbaiki keadaan mobilnya. Sementara korban yang berada di belakang ditutupi kain pasmina milik Assyifa.
Keluar dari bengkel, dengan mobil yang sudah normal kedua pelaku berencana membuang korban. Keduanya berputar-putar di wilayah Rawamangun dan Salemba. Namun, pelaku tidak mendapatkan tempat yang aman hingga pelaku kembali membawa korban ke wilayah Jakarta Timur.
Akhirnya pelaku masuk pintu Tol Bintara. Sekira pukul 21.00 WIB, Selasa 4 Maret malam, kedua pelaku akhirnya sepakat membuang korban di pinggir Tol Bintara KM 49.
Para pelaku kemudian menuju sebuah minimarket Pulo Gebang untuk membuang sisa koran, sepatu korban, tas korban. "(Kemudian) pelaku pulang ke rumahnya," jelas Kompol Nuredy.
Baca:
Rute penyiksaan Hafitd dan Assyifa
Pembunuhan Ade Sara direncanakan sepekan
Cerita disusun berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kota Kompol Nuredy Irwansyah saat gelar perkara di Mapolresta Bekasi Kota di Jalan Veteran, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jumat (7/3/2014).
Setelah mobil hidup kembali, pelaku melajukan kendaraan. Anehnya, baru 200 meter melaju kendaraan jenis city car itu kembali mogok. Kemudian pelaku meminta tolong kepada orang lain untuk menghidupkan kendaraannya.
Meski kembali hidup dan melaju, kendaraan pelaku berulang kali mogok. Kesal, pelaku menghubungi temannya untuk dibelikan accu baru. Teman pelaku sempat menaruh kecurigaan saat melihat korban dan sempat bertanya. Namun teman pelaku tidak menindaklanjuti kecurigaannya.
Meski telah mengganti accu dengan yang baru, mobil pelaku masih saja tersendat-sendat. Sekira pukul 11.00 WIB, Selasa 4 Maret, dengan keadaan mesin mobil yang tersendat-sendat di Rawamangun pelaku mengambil arah ke Salemba untuk mencari bengkel.
Sekira pukul 17.30 WIB pelaku menemukan bengkel untuk memperbaiki keadaan mobilnya. Sementara korban yang berada di belakang ditutupi kain pasmina milik Assyifa.
Keluar dari bengkel, dengan mobil yang sudah normal kedua pelaku berencana membuang korban. Keduanya berputar-putar di wilayah Rawamangun dan Salemba. Namun, pelaku tidak mendapatkan tempat yang aman hingga pelaku kembali membawa korban ke wilayah Jakarta Timur.
Akhirnya pelaku masuk pintu Tol Bintara. Sekira pukul 21.00 WIB, Selasa 4 Maret malam, kedua pelaku akhirnya sepakat membuang korban di pinggir Tol Bintara KM 49.
Para pelaku kemudian menuju sebuah minimarket Pulo Gebang untuk membuang sisa koran, sepatu korban, tas korban. "(Kemudian) pelaku pulang ke rumahnya," jelas Kompol Nuredy.
Baca:
Rute penyiksaan Hafitd dan Assyifa
Pembunuhan Ade Sara direncanakan sepekan
(hyk)