Berujung kematian, cinta segitiga Sara-Hafitd-Assyifa bak novel
Jum'at, 07 Maret 2014 - 21:22 WIB
Berujung kematian, cinta segitiga Sara-Hafitd-Assyifa bak novel
A
A
A
Sindonews.com - Peristiwa pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto (19) oleh Ahmad Imam Al Hafitd (19) dan kekasihnya Assyifa Ramadhani (18) bak novel fiksi.
Bayangkan saja, peristiwa pembunuhan sadis ini dilatari oleh cinta segitiga di antara tiga remaja yang baru beranjak dewasa.
Semua berawal dari Hafitd. Putra seorang dokter ini pernah menjalin hubungan dengan Ade Sara pada tahun 2012. Sayangnya hubungan keduanya kandas.
Terungkap, hubungan keduanya kandas setelah Ade Sara memutuskan Hafitd pada akhir 2012 lalu. Alasannya, Ade Sara tak kuat dengan perilaku Hafitd yang kasar padanya.
Ibunda Ade Sara, Elizabeth Diana, mengungkap tabiat Hafitd saat menjalin kasih dengan anaknya. "Dia (Ade Sara) tuh suka curhat apapun sama saya, sampai yang putus sama Hafitd pun dia cerita," kata Ibunda Ade Sara, Elizabeth kepada wartawan di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur, siang tadi.
Gadis periang yang ekstrover itu bercerita pernah dipanggil dengan sebutan kasar, jablay. Dan itu dilakukan oleh Hafitd di social media, meski pada akhirnya postingan tersebut dihapus.
Selepas dari Ade Sara, Hafitd menjalin hubungan dengan Assyifa. "Hubungan pelaku Hafitd dengan Assyifa sebagai pacar sejak Juni 2013," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Jakarta, Jumat (7/3/2014).
Namun Hafitd rupanya masih menyimpan perasaan terhadap Ade Sara. Hafitd berupaya bertemu dan berniat merajut hubungannya kembali dengan gadis yang berkuliah di Universitas Budi Mulia ini.
Sayangnya, niat Hafitd diabaikan oleh Ade Sara. Tak satupun upaya komunikasi Hafitd diindahkan anak semata wayang pasangan Elizabeth Diana dan Suroto. Komunikasi yang tetap terjalin seperti yang diinginkan Hafitd dianggap angin lalu.
Namun Hafitd tak menangkap sikap Ade Sara. Hafitd merasa sakit hati. Mahasiswa Kalbis Institute ini merasa dendam dan kecewa dengan Ade Sara. Di sisi lain, Assyifa yang merupakan kekasih Hafitd saat ini mengetahui hal tersebut. Assyifa pun ikut menaruh sakit hati terhadap Ade Sara.
"Padahal pelaku Hafitd ingin berpacaran lagi dengan korban, sementara korban tidak mau. Sedangkaan Assyifa melakukannya karena merasa cemburu," tutur Rikwanto.
Untuk menuntaskan dendam dan sakit hati, keduanya berencana jahat. Assyifa, yang juga teman sekolah Ade Sara, memancing untuk bertemu atas suruhan Hafitd. Mereka bertemu di sebuah tempat di Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat. Di situ juga terdapat Hafitd yang sudah menunggu dengan mobilnya.
Akhir cerita, Ade Sara terpancing. Dia mengikuti kemauan sepasang kekasih tersebut. Namun tak dinyana oleh Ade Sara, sepasang kekasih itu melakukan penyiksaan terhadapnya. Pukulan, setruman, hingga disumpal kertas dan tisu diterima oleh Ade Sara. Meski sempat melawan, gadis cantik ini tak berdaya dari kedua orang yang dikenalnya sejak sekolah itu.
Ade Sara kemudian ditemukan tewas di pinggir jalan Tol Bintara pada Rabu 5 Maret dini hari lalu. Sekujur tubuhnya terdapat luka lebam. Di tenggorokannya ditemukan sumpalan kertas. Ade Sara tewas tersedak kertas yang tersumpal di tenggorokannya.
Baca:
Saat melayat Sara, wajah Hafitd pucat pasi
Bayangkan saja, peristiwa pembunuhan sadis ini dilatari oleh cinta segitiga di antara tiga remaja yang baru beranjak dewasa.
Semua berawal dari Hafitd. Putra seorang dokter ini pernah menjalin hubungan dengan Ade Sara pada tahun 2012. Sayangnya hubungan keduanya kandas.
Terungkap, hubungan keduanya kandas setelah Ade Sara memutuskan Hafitd pada akhir 2012 lalu. Alasannya, Ade Sara tak kuat dengan perilaku Hafitd yang kasar padanya.
Ibunda Ade Sara, Elizabeth Diana, mengungkap tabiat Hafitd saat menjalin kasih dengan anaknya. "Dia (Ade Sara) tuh suka curhat apapun sama saya, sampai yang putus sama Hafitd pun dia cerita," kata Ibunda Ade Sara, Elizabeth kepada wartawan di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur, siang tadi.
Gadis periang yang ekstrover itu bercerita pernah dipanggil dengan sebutan kasar, jablay. Dan itu dilakukan oleh Hafitd di social media, meski pada akhirnya postingan tersebut dihapus.
Selepas dari Ade Sara, Hafitd menjalin hubungan dengan Assyifa. "Hubungan pelaku Hafitd dengan Assyifa sebagai pacar sejak Juni 2013," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Jakarta, Jumat (7/3/2014).
Namun Hafitd rupanya masih menyimpan perasaan terhadap Ade Sara. Hafitd berupaya bertemu dan berniat merajut hubungannya kembali dengan gadis yang berkuliah di Universitas Budi Mulia ini.
Sayangnya, niat Hafitd diabaikan oleh Ade Sara. Tak satupun upaya komunikasi Hafitd diindahkan anak semata wayang pasangan Elizabeth Diana dan Suroto. Komunikasi yang tetap terjalin seperti yang diinginkan Hafitd dianggap angin lalu.
Namun Hafitd tak menangkap sikap Ade Sara. Hafitd merasa sakit hati. Mahasiswa Kalbis Institute ini merasa dendam dan kecewa dengan Ade Sara. Di sisi lain, Assyifa yang merupakan kekasih Hafitd saat ini mengetahui hal tersebut. Assyifa pun ikut menaruh sakit hati terhadap Ade Sara.
"Padahal pelaku Hafitd ingin berpacaran lagi dengan korban, sementara korban tidak mau. Sedangkaan Assyifa melakukannya karena merasa cemburu," tutur Rikwanto.
Untuk menuntaskan dendam dan sakit hati, keduanya berencana jahat. Assyifa, yang juga teman sekolah Ade Sara, memancing untuk bertemu atas suruhan Hafitd. Mereka bertemu di sebuah tempat di Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat. Di situ juga terdapat Hafitd yang sudah menunggu dengan mobilnya.
Akhir cerita, Ade Sara terpancing. Dia mengikuti kemauan sepasang kekasih tersebut. Namun tak dinyana oleh Ade Sara, sepasang kekasih itu melakukan penyiksaan terhadapnya. Pukulan, setruman, hingga disumpal kertas dan tisu diterima oleh Ade Sara. Meski sempat melawan, gadis cantik ini tak berdaya dari kedua orang yang dikenalnya sejak sekolah itu.
Ade Sara kemudian ditemukan tewas di pinggir jalan Tol Bintara pada Rabu 5 Maret dini hari lalu. Sekujur tubuhnya terdapat luka lebam. Di tenggorokannya ditemukan sumpalan kertas. Ade Sara tewas tersedak kertas yang tersumpal di tenggorokannya.
Baca:
Saat melayat Sara, wajah Hafitd pucat pasi
(mhd)