Sopir bus Az-Zahra akui kelelahan
Kamis, 06 Maret 2014 - 21:39 WIB
Sopir bus Az-Zahra akui kelelahan
A
A
A
Sindonews.com - Syahrul, sopir bus Az-Zahra yang ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap lalai sehingga menyebabkan terjadinya kecelakaan masih diperiksa intensif petugas Polsek Mangkutana.
Pria berumur 20 tahun itu juga mengalami luka-luka di bagian wajahnya. Saat disidik petugas, wajah Syahrul masih penuh darah.
Dia mengaku kecelakaan terjadi karena dirinya kelelahan. "Saya kelelahan. Bus yang saya bawa ini tidak menyediakan sopir cadangan," akunya, Kamis (6/3/2014).
Sementara itu, delapan jasad korban mini bus Az-Zahra yang terjun dan terbakar di jurang Luwu Timur masih berada di kamar jenazah Rumah Sakit Ilagaligo, Kota Palopo Kabupaten Luwu Timur.
Proses identifikasi belum bisa dilakukan mengingat kondisi korban hangus terbakar dan keluarga korban belum tiba di rumah sakit. "Kondisinya terbakar, ini menyulitkan identifikasi," tutur salah seorang petugas rumah sakit.
Dari data sementara, para korban berasal dari Kabupaten Maros dan Kabupaten Bone. Sedangkan untuk bangkai bus masih berada di TKP, sementara seluruh korban telah berhasil dievakuasi.
Pria berumur 20 tahun itu juga mengalami luka-luka di bagian wajahnya. Saat disidik petugas, wajah Syahrul masih penuh darah.
Dia mengaku kecelakaan terjadi karena dirinya kelelahan. "Saya kelelahan. Bus yang saya bawa ini tidak menyediakan sopir cadangan," akunya, Kamis (6/3/2014).
Sementara itu, delapan jasad korban mini bus Az-Zahra yang terjun dan terbakar di jurang Luwu Timur masih berada di kamar jenazah Rumah Sakit Ilagaligo, Kota Palopo Kabupaten Luwu Timur.
Proses identifikasi belum bisa dilakukan mengingat kondisi korban hangus terbakar dan keluarga korban belum tiba di rumah sakit. "Kondisinya terbakar, ini menyulitkan identifikasi," tutur salah seorang petugas rumah sakit.
Dari data sementara, para korban berasal dari Kabupaten Maros dan Kabupaten Bone. Sedangkan untuk bangkai bus masih berada di TKP, sementara seluruh korban telah berhasil dievakuasi.
(lns)