Polisi temukan kertas di tenggorokan Sara
Kamis, 06 Maret 2014 - 19:40 WIB
Polisi temukan kertas di tenggorokan Sara
A
A
A
Sindonews.com - Polresta Bekasi Kota masih mendalami motif pembunuhan terhadap mahasiswi cantik bernama Ade Sara Anggelina Suroto (19). Berdasarkan hasil autopsi korban, diduga Sara tewas akibat cekikan dan di tenggorokannya ditemukan secarik kertas.
Polresta Bekasi Kota menduga pembunuh mahasiswi Universitas Bunda Mulia (UBM) semester 2 jurusan psikiater ini adalah orang terdekat korban.
"Kami duga pembunuhnya adalah orang terdekat korban, mengarahnya kesana," ujar Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Polresta Bekasi, AKP Siswo kepada SINDO, Kamis (6/3/2014).
Berdasarkan hasil autopsi dokter dapat dijelaskan korban meninggal akibat dicekik.
"Ditemukan juga dalam tenggorokan korban kertas. Kemungkinan dia dipaksa untuk memakannya, sehingga korban meninggal dunia," paparnya.
Selain itu, kata Siswo, korban dipastikan oleh tim dokter telah meninggal sekiranya 48 jam dari penemuannya.
Karena perkiraan itu hasil tim dokter memastikan kematian korban sudah dua hari. Hanya saja, jasad korban baru dibuang pada malam hari di lokasi.
Baca juga:
Surat cinta sahabat untuk Sara Anggelina Suroto
Polresta Bekasi Kota menduga pembunuh mahasiswi Universitas Bunda Mulia (UBM) semester 2 jurusan psikiater ini adalah orang terdekat korban.
"Kami duga pembunuhnya adalah orang terdekat korban, mengarahnya kesana," ujar Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Polresta Bekasi, AKP Siswo kepada SINDO, Kamis (6/3/2014).
Berdasarkan hasil autopsi dokter dapat dijelaskan korban meninggal akibat dicekik.
"Ditemukan juga dalam tenggorokan korban kertas. Kemungkinan dia dipaksa untuk memakannya, sehingga korban meninggal dunia," paparnya.
Selain itu, kata Siswo, korban dipastikan oleh tim dokter telah meninggal sekiranya 48 jam dari penemuannya.
Karena perkiraan itu hasil tim dokter memastikan kematian korban sudah dua hari. Hanya saja, jasad korban baru dibuang pada malam hari di lokasi.
Baca juga:
Surat cinta sahabat untuk Sara Anggelina Suroto
(ysw)