Pemadaman api Riau melalui darat terkendala air
Kamis, 06 Maret 2014 - 16:57 WIB
Pemadaman api Riau melalui darat terkendala air
A
A
A
Sindonews.com - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Riau terus dilakukan. Hari ini, sebanyak 1.639 personel terdiri dari unsur TNI, Polri, dan pihak Manggala Agni dikerahkan untuk memadamkan api melalui jalur darat. Sayang, saat akan melakukan pemadaman, ribuan personel ini kehabisan air.
"Sewaktu di lapangan tim kesulitan melakukan pemadaman. Karena di lokasi kebakaran sulit ditemukan air," kata Komandan Satgas Penanggulangan Asap Riau, Brigjen Prihadi Agus Irianto di Pekanbaru, Kamis (6/3/2014).
Padahal lanjut dia, seluruh persiapan telah dilakukan, tak hanya personel tapi juga alat pemadamnya.
"Personel kesulitan mencari air setelah sampai di lokasi. Padahal lokasi yang terbakar sebagian besar adalah lahan gambut. Di mana pemadaman api harus mencapai dua meter ke dalam tanah. Karena kalau tidak, api akan muncul lagi dari lokasi yang terbakar. Karena gambut menyimpan bara api," tukasnya.
Selain dari TNI dan Polri, bantuan juga datang dari personel swasta di Riau. Presiden Direktur PT RAPP Kusnan Rahmin mengatakan, pihaknya menyiapkan 700 orang personel untuk membantu pemadaman tersebut.
"Tim ini kami sebut tim reaksi cepat pemadam kebakaran. Kami juga membantu air boat, mobil pemadam kebakaran dan mesin pompa air dan tiga heli untuk membantu pemadaman," kata Kusnan Rahmin.
Saat ini sejumlah daerah parah akibat kebakaran hutan dan lahan yakni Kabupaten Bengkalis, Pelalawan, Kota Dumai, Rokan Hilir dan Maranti. Sudah lebih satu bulan belum ada tanda-tanda asap akan hilang.
Baca juga:
Kebakaran meluas, "lahap" 20 ribu hutan & lahan di Riau
"Sewaktu di lapangan tim kesulitan melakukan pemadaman. Karena di lokasi kebakaran sulit ditemukan air," kata Komandan Satgas Penanggulangan Asap Riau, Brigjen Prihadi Agus Irianto di Pekanbaru, Kamis (6/3/2014).
Padahal lanjut dia, seluruh persiapan telah dilakukan, tak hanya personel tapi juga alat pemadamnya.
"Personel kesulitan mencari air setelah sampai di lokasi. Padahal lokasi yang terbakar sebagian besar adalah lahan gambut. Di mana pemadaman api harus mencapai dua meter ke dalam tanah. Karena kalau tidak, api akan muncul lagi dari lokasi yang terbakar. Karena gambut menyimpan bara api," tukasnya.
Selain dari TNI dan Polri, bantuan juga datang dari personel swasta di Riau. Presiden Direktur PT RAPP Kusnan Rahmin mengatakan, pihaknya menyiapkan 700 orang personel untuk membantu pemadaman tersebut.
"Tim ini kami sebut tim reaksi cepat pemadam kebakaran. Kami juga membantu air boat, mobil pemadam kebakaran dan mesin pompa air dan tiga heli untuk membantu pemadaman," kata Kusnan Rahmin.
Saat ini sejumlah daerah parah akibat kebakaran hutan dan lahan yakni Kabupaten Bengkalis, Pelalawan, Kota Dumai, Rokan Hilir dan Maranti. Sudah lebih satu bulan belum ada tanda-tanda asap akan hilang.
Baca juga:
Kebakaran meluas, "lahap" 20 ribu hutan & lahan di Riau
(lns)