Rekening nasabah di Garut rawan dibobol
Kamis, 06 Maret 2014 - 09:47 WIB
Rekening nasabah di Garut rawan dibobol
A
A
A
Sindonews.com - Selain uang dalam mesin ATM, rekening nasabah bank di Kabupaten Garut pun rawan dibobol maling. Pembobolan rekening nasabah biasanya juga dilakukan melalui mesin ATM.
Modusnya kartu ATM dibuat macet agar tidak bisa keluar dari mesin ATM,” kata Titi, seorang asisten manajer salah satu bank di Garut, saat dihubungi Kamis (6/3/2014).
Diungkapkan dia, selain membuat macet kartu ATM, si pelaku juga memasangi nomor call centre palsu agar korban menghubungi nomor tersebut. Ketika korban menghubungi untuk meminta bantuan, si pelaku selalu meminta nomor pin rekening.
“Dari pengalaman yang sudah-sudah, pelaku ini meminta nomor pin rekening korban. Padahal perlu diketahui petugas operator call centre yang sebenarnya tidak pernah meminta nomor pin. Sebab nomor pin ATM itu sifatnya sangat rahasia. Jangankan kami selaku pegawai bank, keluarga nasabah pun sebaiknya jangan diberi tahu,” ungkapnya.
Dijelaskan Titi, imbauan kepada para nasabah terkait kerahasiaan nomor pin telah berkali-kali disampaikan. Upaya lain pihaknya untuk mencegah kasus ini terulang, sambung dia adalah dengan dilakukannya dengan maintenance dan pembersihan nomor-nomor call centre palsu secara berkala pada seluruh ATM di wilayah Kabupaten Garut.
“Kami sering menerima laporan kartu ATM tersangkut. Laporan ini sering terjadi pada ATM di kawasan Jalan Pembangunan Garut dan Jalan Bratayudha. Dua ATM di daerah ini terbilang rawan,” pungkasnya.
Baca juga :
ATM BJB dibobol maling di Garut
Modusnya kartu ATM dibuat macet agar tidak bisa keluar dari mesin ATM,” kata Titi, seorang asisten manajer salah satu bank di Garut, saat dihubungi Kamis (6/3/2014).
Diungkapkan dia, selain membuat macet kartu ATM, si pelaku juga memasangi nomor call centre palsu agar korban menghubungi nomor tersebut. Ketika korban menghubungi untuk meminta bantuan, si pelaku selalu meminta nomor pin rekening.
“Dari pengalaman yang sudah-sudah, pelaku ini meminta nomor pin rekening korban. Padahal perlu diketahui petugas operator call centre yang sebenarnya tidak pernah meminta nomor pin. Sebab nomor pin ATM itu sifatnya sangat rahasia. Jangankan kami selaku pegawai bank, keluarga nasabah pun sebaiknya jangan diberi tahu,” ungkapnya.
Dijelaskan Titi, imbauan kepada para nasabah terkait kerahasiaan nomor pin telah berkali-kali disampaikan. Upaya lain pihaknya untuk mencegah kasus ini terulang, sambung dia adalah dengan dilakukannya dengan maintenance dan pembersihan nomor-nomor call centre palsu secara berkala pada seluruh ATM di wilayah Kabupaten Garut.
“Kami sering menerima laporan kartu ATM tersangkut. Laporan ini sering terjadi pada ATM di kawasan Jalan Pembangunan Garut dan Jalan Bratayudha. Dua ATM di daerah ini terbilang rawan,” pungkasnya.
Baca juga :
ATM BJB dibobol maling di Garut
(sms)