Sindikat pencuri pikap diciduk
Selasa, 04 Maret 2014 - 16:31 WIB
Sindikat pencuri pikap diciduk
A
A
A
Sindonews.com - Empat pelaku spesialis pencurian mobil pikap asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dibekuk petugas Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bogor Kota, dini hari tadi.
Keempatnya bernama Azhar, Hermanto, Rudi dan Beni. Sindikat curanmor mobil pikap ini, terbongkar setelah petugas menerima laporan dari Holik dan Usman warga Bogor yang mengaku, kehilangan mobil yang diparkir di depan toko material.
"Setelah kita lakukan pengembangan, pelaku akhirnya berhasil kita tangkap satu per satu di kediamannya masing-masing," kata Kapolres Bogor Kota AKBP Bahtiar Ujang Purnama di Bogor, Selasa (4/3/2014).
Hermanto terpaksa ditembak kaki bagian kanannya, karena pelaku tersebut berusaha melawan petugas saat akan dimankan pihak kepolisian setempat.
"Salah satu pelaku kita lumpuhkan, karena berusaha melarikan diri dan melawan petugas saat hendak ditangkap," katanya.
Guna kepentingan penyidikan dan pengembangan, sambung dia, pihaknya masih mendalami keterangan dari empat pelaku yang masing-masing perannya sebagai pemetik (Azhar dan Hermanto) dan penadah (Rudi dan Beni).
"Pelaku sudah beraksi puluhan kali, tapi baru berhasil ditangkap sekarang. Kita juga masih memburu LD, FR, dan RH, tiga pelaku lainnya yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)," katanya.
Dari tangan pelaku, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti berupa seperangkat kunci roda, obeng, cutter, kunci letter T, TV flat, kulkas, lemari plastik dan satu unit sepeda motor.
"Bahkan ada sebagian mesin mobil pikap yang sudah dipreteli dan 7 cakram mobil juga berhasil kita amankan," katanya.
Di hadapan petugas Hermanto mengaku, sudah beberapa kali melakukan aksinya itu. Karena, dirinya tergiur dengan keuntungan yang besar dari aksinya tersebut.
"Di Bogor 10 kali dan di Jakarta 15 kali. Sasarannya mobil pikap karena mesin, onderdil, sparepart-nya mudah dijual dan keuntungannya lumayan saya bisa dapat Rp2 juta per unit," katanya.
Keempatnya bernama Azhar, Hermanto, Rudi dan Beni. Sindikat curanmor mobil pikap ini, terbongkar setelah petugas menerima laporan dari Holik dan Usman warga Bogor yang mengaku, kehilangan mobil yang diparkir di depan toko material.
"Setelah kita lakukan pengembangan, pelaku akhirnya berhasil kita tangkap satu per satu di kediamannya masing-masing," kata Kapolres Bogor Kota AKBP Bahtiar Ujang Purnama di Bogor, Selasa (4/3/2014).
Hermanto terpaksa ditembak kaki bagian kanannya, karena pelaku tersebut berusaha melawan petugas saat akan dimankan pihak kepolisian setempat.
"Salah satu pelaku kita lumpuhkan, karena berusaha melarikan diri dan melawan petugas saat hendak ditangkap," katanya.
Guna kepentingan penyidikan dan pengembangan, sambung dia, pihaknya masih mendalami keterangan dari empat pelaku yang masing-masing perannya sebagai pemetik (Azhar dan Hermanto) dan penadah (Rudi dan Beni).
"Pelaku sudah beraksi puluhan kali, tapi baru berhasil ditangkap sekarang. Kita juga masih memburu LD, FR, dan RH, tiga pelaku lainnya yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)," katanya.
Dari tangan pelaku, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti berupa seperangkat kunci roda, obeng, cutter, kunci letter T, TV flat, kulkas, lemari plastik dan satu unit sepeda motor.
"Bahkan ada sebagian mesin mobil pikap yang sudah dipreteli dan 7 cakram mobil juga berhasil kita amankan," katanya.
Di hadapan petugas Hermanto mengaku, sudah beberapa kali melakukan aksinya itu. Karena, dirinya tergiur dengan keuntungan yang besar dari aksinya tersebut.
"Di Bogor 10 kali dan di Jakarta 15 kali. Sasarannya mobil pikap karena mesin, onderdil, sparepart-nya mudah dijual dan keuntungannya lumayan saya bisa dapat Rp2 juta per unit," katanya.
(mhd)