Hilangkan jejak, pelaku rusak wajah korban
Senin, 03 Maret 2014 - 23:38 WIB
Hilangkan jejak, pelaku rusak wajah korban
A
A
A
Sindonews.com - Kasus dugaan pembunuhan di Penjaringan, Jakarta Utara, itu dikarenakan adanya unsur kejahatan seksual. Karena, pelaku ingin menghilangkan jejak dengan cara memendamkan kepala korban ke dalam tanah.
"Kalau ditanam gitu kan mukanya hancur tak terlihat, terlebih banyak luka di muka," kata kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Erlangga Masdiana di Jakarta, Senin (3/3/2014).
Selain itu, tindakan spontanitas pelaku tersebut juga kemungkinan karena pelaku ingat dengan adanya modus yang dilakukan sejumlah pelaku kejahatan dipemberitaan. Sebab, kalau identitas korban langsung terlacak, dengan mudah polisi pasti dapat menemukan identitas pelaku.
Maka itu, polisi harus segera menemukan identitas korban jika ingin cepat menangkap pelaku pembunuhan tersebut.
Kepada masyarakat, Erlangga juga berharap, agar lebih mengedepankan pendidikan formal dan nonformal. Misalnya, kata dia, ikuti pendidikan agama ataupun pendidikan cara berpakaian, atau beladiri sekalipun.
"Masyarakat harus bisa lebih mengedepankan nilai luhur martabat bangsa Indonesia," ujarnya.
Baca:
Mayat wanita di PIK diduga korban pemerkosaan
"Kalau ditanam gitu kan mukanya hancur tak terlihat, terlebih banyak luka di muka," kata kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Erlangga Masdiana di Jakarta, Senin (3/3/2014).
Selain itu, tindakan spontanitas pelaku tersebut juga kemungkinan karena pelaku ingat dengan adanya modus yang dilakukan sejumlah pelaku kejahatan dipemberitaan. Sebab, kalau identitas korban langsung terlacak, dengan mudah polisi pasti dapat menemukan identitas pelaku.
Maka itu, polisi harus segera menemukan identitas korban jika ingin cepat menangkap pelaku pembunuhan tersebut.
Kepada masyarakat, Erlangga juga berharap, agar lebih mengedepankan pendidikan formal dan nonformal. Misalnya, kata dia, ikuti pendidikan agama ataupun pendidikan cara berpakaian, atau beladiri sekalipun.
"Masyarakat harus bisa lebih mengedepankan nilai luhur martabat bangsa Indonesia," ujarnya.
Baca:
Mayat wanita di PIK diduga korban pemerkosaan
(mhd)