Polda Jateng: Kondisi Sasa masih kritis
Minggu, 02 Maret 2014 - 16:16 WIB
Polda Jateng: Kondisi Sasa masih kritis
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Alloysius Liliek Darmanto, menyatakan, satu pelaku bunuh diri bersama di Cirebon, Sasa, hingga kini masih dalam keadaan kritis.
Kendati demikian, pihaknya hingga kini belum bisa memastikan secara rinci jenis racun yang ditenggak satu keluarga Anita itu. Meskipun ditemukan porselen di samping tubuh Anita dan Roy, korban tewas lainnya.
"Untuk apa jenis racunnya, nanti tunggu hasil dari Labfor. Kondisi korban Sasa di Cirebon, informasi yang kami dapat kondisinya masih kritis,” tegas Kombes Pol Alloysius Liliek Darmanto saat dihubungi SINDO, Minggu (2/43/2014).
Dia pun berharap dapat mengungkap peristiwa ini setelah kondisi Sasa membaik. Berdasarkan penuturannya, penyelidikan sementara menyebutkan, kejadian bunuh diri bersama yang terjadi di Cirebon dan Pekalongan memang berkaitan. Dugaan penyebabnya, para korban merasa malu karena Anita terlilit hutang.
“Hasil pemeriksaan sementara, ibunya (Anita, korban tewas) itu mempunyai hutang terkait bisnisnya. Anak perempuannya, yang bernama Lina (korban tewas), memang sering membantu, sebagai anak,” ungkapnya.
Liliek mengatakan, para korban sempat bersantap makan malam bersama di rumah makan kepiting di daerah Ulujami, Pemalang. “Setelah itu mereka pergi ke lokasi berbeda, satu ke Cirebon, satu ke Pekalongan," jelasnya.
Baca:
Motif bunuh diri masal keluarga Anita masih gelap
Jenazah korban bunuh diri di Pekalongan dikremasi
Keluarga bungkam soal Shasa korban bunuh diri massal
Kendati demikian, pihaknya hingga kini belum bisa memastikan secara rinci jenis racun yang ditenggak satu keluarga Anita itu. Meskipun ditemukan porselen di samping tubuh Anita dan Roy, korban tewas lainnya.
"Untuk apa jenis racunnya, nanti tunggu hasil dari Labfor. Kondisi korban Sasa di Cirebon, informasi yang kami dapat kondisinya masih kritis,” tegas Kombes Pol Alloysius Liliek Darmanto saat dihubungi SINDO, Minggu (2/43/2014).
Dia pun berharap dapat mengungkap peristiwa ini setelah kondisi Sasa membaik. Berdasarkan penuturannya, penyelidikan sementara menyebutkan, kejadian bunuh diri bersama yang terjadi di Cirebon dan Pekalongan memang berkaitan. Dugaan penyebabnya, para korban merasa malu karena Anita terlilit hutang.
“Hasil pemeriksaan sementara, ibunya (Anita, korban tewas) itu mempunyai hutang terkait bisnisnya. Anak perempuannya, yang bernama Lina (korban tewas), memang sering membantu, sebagai anak,” ungkapnya.
Liliek mengatakan, para korban sempat bersantap makan malam bersama di rumah makan kepiting di daerah Ulujami, Pemalang. “Setelah itu mereka pergi ke lokasi berbeda, satu ke Cirebon, satu ke Pekalongan," jelasnya.
Baca:
Motif bunuh diri masal keluarga Anita masih gelap
Jenazah korban bunuh diri di Pekalongan dikremasi
Keluarga bungkam soal Shasa korban bunuh diri massal
(rsa)