Gubernur Bali dinilai mengkriminalkan aktivis lingkungan

Sabtu, 01 Maret 2014 - 22:45 WIB
Gubernur Bali dinilai...
Gubernur Bali dinilai mengkriminalkan aktivis lingkungan
A A A
Sindonews.com - Gubernur Bali Made Mangku Pastika geram dengan ulah aktivis lingkungan Jalak Sidakarya yang getol menolak reklamasi Teluk Benoa. Aktivis itu dianggap telah berbuat terlalu jauh dengan memasang spanduk yang bernada ancaman terhadap gubenur.

“Saya merasa terganggu, ini serius persoalannya. Agak berbeda, saya anggap ini serius, meskipun orang lain menganggapnya berbeda,“ tegas Pastika, di Kantor Gubernur, Kamis 27 Februari 2014.

Lebih jauh, gubernur ingin bertemu sekali dengan yang membuat spanduk cap jempol darah dan yang ingin "memenggal" kepalanya. Jika sudah ketemu, Pastika akan menanyakan langsung apa maksudnya berbuat demikian.

Untuk itu, dia meminta Polda Bali secepatnya mengungkap dan menangkap pembuat spanduk provokatif dengan cap jempol darah itu. Menurutnya, sangat mudah mencari pembuat cap jempol darah.

“Saya bisa cari siapa yang buat itu, tetapi kan tidak baik kalau saya yang nyari, biarkan polisi, tetapi apabila polisi tidak bisa, ya saya yang cari sendiri,“ imbuhnya serius.

Selang beberapa hari, Tim Direskrimum Polda Bali menangkap Wayan Tirtayasa, warga Sidakarya, Denpasar Selatan, karena diduga terlibat dalam pemasangan spanduk provokatif yang menyerang gubernur.

"Benar sekira jam 17.00 WITA, dia ditangkap saat kegiatan persembahayangan," kata Wayan Suardana, Kuasa Hukum Tirtayasa, saat dihubungi wartawan, Sabtu (29/2/2014).

Penangkapan yang tergesa-gesa itu, menurut Suardana sangat kelewat batas. Karena menimbulkan kesan Tirtayasa sebagai orang yang membahayakan dan mengancam keselamatan gubernur.

"Kami melihat pelaporan gubernur itu merupakan kriminalisasi terhadap aktivis pejuang lingkungan hidup," tandas pria yang biasa disapa Gendo itu.

Baca juga:
Polisi tangkap "pemenggal" kepala Gubernur Bali
(san)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Proyek Perpanjangan...
Proyek Perpanjangan 3 Peron Rampung, Stasiun Bogor Kini Bisa Layani 12 Rangkaian Kereta
1 jam yang lalu
Minta Polri Tingkatkan...
Minta Polri Tingkatkan Pencegahan Serangan Bom Rakitan, Sahroni: Semua Pihak Harus Bertanggung Jawab!
1 jam yang lalu
Kaposwil Satgas PRR...
Kaposwil Satgas PRR Aceh Minta BPBD Percepat Pembangunan Huntap
1 jam yang lalu
Perkuat Digitalisasi...
Perkuat Digitalisasi Pariwisata dan Kuliner Jakarta, BI-Pemprov DKI Kolaborasi Ceremony QRIS
2 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Serahkan...
Polda Metro Jaya Serahkan Tumpukan Dokumen di Sidang Praperadilan Roy Suryo
3 jam yang lalu
LPSK Bentuk Tim Pelindungan...
LPSK Bentuk Tim Pelindungan Darurat untuk Tangani Korban Kasus Pembakaran Santri di Lombok
3 jam yang lalu
Infografis
Gubernur Muzakir Manaf,...
Gubernur Muzakir Manaf, Mantan Panglima GAM yang Tolak 4 Pulau Aceh Masuk Sumut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved