Menpora heningkan cipta untuk almarhum Simboda
Sabtu, 01 Maret 2014 - 14:35 WIB
Menpora heningkan cipta untuk almarhum Simboda
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo mengaku berduka atas insiden peninggalnya seorang peserta komunitas Perjuangan 1945 dalam simulasi merefleksikan Serangan Umum 1 Maret di Benteng Vredebrug, Yogyakarta.
"Saya secara pribadi tidak kenal, tapi kita mohon sejenak menundukan kepala mendoakan almarhum semoga diterima disisi-Nya," kata Roy Suryo dalam keterangan pers sebelum pertunjukan Slank yang bakal berlangsung malam nanti di Alun-Alun Kidul, Yogyakarta, Sabtu (1/3/2014).
Roy menyampaikan, almarhum biasa disapa Simboda alias Hendro. Namun nama aslinya Bowo Sri Subiyanto (53) warga Karangwaru, Tegalrejo, Kota Yogyakarta (sebelumnya ditulis Maguwoharjo).
"Almarhum menderita sakit jantung, dia tadi salah seorang peserta yang turut dalam refleksi serangan umum di Monumen Serangan Umum 1 Maret," jelasnya.
Roy menyampaikan, seharusnya pagi tadi komunitas perjuangan 1945 turut dalam jalan kaki dari Benteng Vredebug menuju Alun-Alun Selatan.
Perjalanan itu seiring pembukanan Sumpah Pemuda 2014 yang bakal berlangsung di Yogyakarta. Lounching peringatan itu sendiri dimualai hari ini, bertepatan dengan peringatan 1 Maret 1949.
"Tadi seharusnya dari Komunitas 1945 ikut dalam jalan kaki, tapi karena insiden yang tak terduga, satu peserta meninggal, maka untuk menghormati almalhum mereka tidak jadi mengikutinya," jelasnya.
Baca juga: Di luar skenario, pemeran perang-perangan tewas
"Saya secara pribadi tidak kenal, tapi kita mohon sejenak menundukan kepala mendoakan almarhum semoga diterima disisi-Nya," kata Roy Suryo dalam keterangan pers sebelum pertunjukan Slank yang bakal berlangsung malam nanti di Alun-Alun Kidul, Yogyakarta, Sabtu (1/3/2014).
Roy menyampaikan, almarhum biasa disapa Simboda alias Hendro. Namun nama aslinya Bowo Sri Subiyanto (53) warga Karangwaru, Tegalrejo, Kota Yogyakarta (sebelumnya ditulis Maguwoharjo).
"Almarhum menderita sakit jantung, dia tadi salah seorang peserta yang turut dalam refleksi serangan umum di Monumen Serangan Umum 1 Maret," jelasnya.
Roy menyampaikan, seharusnya pagi tadi komunitas perjuangan 1945 turut dalam jalan kaki dari Benteng Vredebug menuju Alun-Alun Selatan.
Perjalanan itu seiring pembukanan Sumpah Pemuda 2014 yang bakal berlangsung di Yogyakarta. Lounching peringatan itu sendiri dimualai hari ini, bertepatan dengan peringatan 1 Maret 1949.
"Tadi seharusnya dari Komunitas 1945 ikut dalam jalan kaki, tapi karena insiden yang tak terduga, satu peserta meninggal, maka untuk menghormati almalhum mereka tidak jadi mengikutinya," jelasnya.
Baca juga: Di luar skenario, pemeran perang-perangan tewas
(lns)