Pasukan janur kuning serbu Benteng Vredeburg Yogyakarta
Sabtu, 01 Maret 2014 - 11:38 WIB
Pasukan janur kuning serbu Benteng Vredeburg Yogyakarta
A
A
A
Sindonews.com - Pasukan janur kuning yang dipimpin Letkol Soeharto melakukan penyerangan ke Benteng Vredeburg Yogyakarta. Mereka dengan gagah berani mengempur pasukan Belanda yang berada di dalam benteng.
Suara dar-der-dor terdengar keras di Pusat Kota Yogyakarta, pagi ini. Hal itu dilakukan untuk merefleksikan gambaran tentang peristiwa penyerbuan yang terjadi pada 1 Maret 1949 silam.
Ratusan pelajar sekolah mulai dari SD, SLTP, hingga SLTA terlihat antusias menyaksikan penyerbuan tersebut. Mereka menutup telinga karena suara dari petasan cukup keras.
"Suaranya keras sekali," kata Arin, salah seorang siswa berseragam pramuka sambil menutup telinga dengan kedua tangannya, Sabtu (1/3/2014).
Dari pantauan, ratusan masyarakat mengikuti upacara dari berbagai unsur seperti TNI, Polri, dan Pemkot Yogyakarta. Selain dari pelajar, sejumlah pejuang kemerdekaan juga terlihat mengikuti upacara.
Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti memimpin upacara di depan Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 Yogyakarta.
"Peristiwa Serangan Umum 1 Maret harus bisa membangkitkan rasa cinta pada bangsa dan negara," kata Haryadi.
Suara dar-der-dor terdengar keras di Pusat Kota Yogyakarta, pagi ini. Hal itu dilakukan untuk merefleksikan gambaran tentang peristiwa penyerbuan yang terjadi pada 1 Maret 1949 silam.
Ratusan pelajar sekolah mulai dari SD, SLTP, hingga SLTA terlihat antusias menyaksikan penyerbuan tersebut. Mereka menutup telinga karena suara dari petasan cukup keras.
"Suaranya keras sekali," kata Arin, salah seorang siswa berseragam pramuka sambil menutup telinga dengan kedua tangannya, Sabtu (1/3/2014).
Dari pantauan, ratusan masyarakat mengikuti upacara dari berbagai unsur seperti TNI, Polri, dan Pemkot Yogyakarta. Selain dari pelajar, sejumlah pejuang kemerdekaan juga terlihat mengikuti upacara.
Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti memimpin upacara di depan Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 Yogyakarta.
"Peristiwa Serangan Umum 1 Maret harus bisa membangkitkan rasa cinta pada bangsa dan negara," kata Haryadi.
(lns)