PDIP masih pertanyakan motif Risma persoalkan Wisnu

Jum'at, 28 Februari 2014 - 22:45 WIB
PDIP masih pertanyakan...
PDIP masih pertanyakan motif Risma persoalkan Wisnu
A A A
Sindonews.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Timur (Jatim) mengaku sudah melakukan hal yang maksimal untuk menyelesaikan polemik Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

PDIP juga menyayangkan sikap Wali Kota perempuan itu yang tidak hadir ketika Komisi II DPR RI berusaha memfasilitasi untuk menyelesaikan polemik tersebut.

Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Kusnadi mengaku, partainya sudah berusaha maksimal untuk menyelesaikan polemik ini. Terlebih lagi, partai berlambang banteng moncong putih itu merupakan partai pengusung Risma (sapaan akrab Tri Rismaharini).

"Ketika diselesaikan secara internal sudah clear. Tapi di luar Risma masih berkoar-koar sehingga pada bulan November 2013 Ketum (Megawati Seokarno Putri) menugasi enam orang pengurus DPP PDIP untuk menemui Risma dan Wisnu (wakil Wali Kota Surabaya), dan hasilnya pun selesai secara internal, " ujar Kusnadi, Jumat (28/2/2014).

Rupanya, Risma masih mempersoalkan pelantikkan Wisnu Sakti Buana sebagai Wakil Wali Kota. Hingga akhirnya Desember lalu Sekjen DPP PDIP Tjahyo Kumolo mendatangi Risma dan Wisnu. Bahkan Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri seminggu kemudian juga memanggil keduanya dan selesai secara internal.

"Rupanya setelah pertemuan itu, Risma kembali menyoal sehingga partai tidak lagi tahu maksud dan tujuan Risma yang terus mempersoalkan polemik pelantikkan Wawali itu," ungkapnya.

Polemik ini pun kemudian menggelinding hingga ke DPR RI yang mencoba memfasilitasi dengan pertemuan bersama antara Gubernur Jawa Timur, Mendagri, Komisi II. Celakanya, saat pertemuan itu, Mantan Kepala Bappeko Surabaya itu justru tidak datang.

"Semua pihak sudah berusaha mengikuti tapi dia (Risma) justru seenaknya sendiri. Harusnya sebagai pemimpin bisa bersikap arif dan bijak bukan menuntut kemauannya sendiri," ujarnya.

Baca:
Selesaikan kasus Risma, DPRD Surabaya diminta transparan
Risma diminta bertahan hingga Tahun 2020 mendatang
Risma belum perlu ke psikolog
Wisnu anggap masalahnya dengan Risma selesai
Risma & Wisnu bersitegang, Priyo cari untung?
Komentar Wisnu terkait kabar pengunduran diri Risma
(rsa)
Berita Terkait
Kemarahan Wali Kota...
Kemarahan Wali Kota Tri Rismaharini Bikin Fadli Zon Ngeri
Peneliti IPB Serahkan...
Peneliti IPB Serahkan Data Desa Presisi Kepada Mensos Tri Rismaharini
Mensos Perintahkan Buat...
Mensos Perintahkan Buat Buffer Stock di Walenrang Barat
Risma Minta Jembatan...
Risma Minta Jembatan Joyoboyo Bisa Kelar November, Ada Apa?
Blusukan Pejabat Dinilai...
Blusukan Pejabat Dinilai Perlu untuk Dengar Langsung Aspirasi Rakyat
Tak Perlu Direspons...
Tak Perlu Direspons Berlebihan, Blusukan Mensos Risma Hal Biasa
Berita Terkini
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
13 menit yang lalu
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
23 menit yang lalu
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
1 jam yang lalu
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
3 jam yang lalu
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
4 jam yang lalu
Manfaat MBG Dirasakan...
Manfaat MBG Dirasakan Petani dan Pedagang di Pedesaan dan Daerah 3T
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved