Gubernur Bali: Tidak mudah penggal kepala gubernur

Kamis, 27 Februari 2014 - 16:26 WIB
Gubernur Bali: Tidak...
Gubernur Bali: Tidak mudah penggal kepala gubernur
A A A
Sindonews.com - Gubernur Bali Made Mangku Pastika terlihat geram dengan ulah sejumlah pihak yang menyerang dirinya lewat spanduk provokatif. Dia ingin bertemu orang yang membuat cap jempol darah dan menebar ancaman ingin memenggal kepalanya.

Di hadapan awak media, Gubernur Pastika menegaskan, apa yang dilakukan orang yang membuat spanduk berisi hujatan, cacian, dan kata-kata tidak pantas hingga ancaman lainnya sudah tidak bisa ditoleransi lagi.

“Saya merasa terganggu, ini serius persoalannya. Agak berbeda, saya anggap ini serius, meskipun orang lain menganggapnya berbeda,“ tegas Pastika, di Kantor Gubernur, Kamis (27/2/2014).

Merujuk judul dalam spanduk tersebut, jelas-jelas dialamatkan kepadanya. “Judulnya penggal kepala Mangku Pastika,“ ujarnya mengutip isi spanduk yang mengatasnamakan Forum Sidakarya Tolak Reklamasi.

Mengomentari hal itu, Pastika mengingatkan, tidak mudah memenggal kepala orang, apalagi orang itu gubernur. Demikian juga, ada tulisan cap darah. Hal ini, menurutnya sudah serius. Apalagi sampai membawa-bawa darah manusia.

Karenanya, Pastika mengaku prihatin bagaimana mungkin orang sampai membencinya seperti itu. “Apa salah saya sampai orang benci seperi itu ke saya. Tidak main-main pakai cap jempol darah," imbuhnya.

Dia ingin bertemu sekali dengan yang membuat spanduk cap jempol darah. Jika sudah ketemu, Pastika akan menanyakan apa maksudnya berbuat demikian.

Selain masalah itu telah dilaporkan ke Polda Bali, diharapkan polisi bisa secepatnya mengungkap dan mencari pembuat spanduk provokatif dengan cap jempol darah itu.

Sangat mudah sebenranya untuk mencari pembuat cap jempol darah, kalau perlu dites DNA sehingga akan ketahuan darah-darah itu milik siapa.

Dengan ancaman itu, Pastika menegaskan sama sekali tidak takut. Hanya saja, dia prihatin. “Saya juga tidak takut, jangan berpikir dengan hal itu membuat saya takut. Saya jadi tambah berani,“ kata mantan Kapolda Bali itu.

Untuk mencari siapa pelakunya, sangatlah mudah dalam hitungan jam. “Saya bisa cari siapa yang buat itu, tetapi kan tidak baik kalau saya yang nyari, biarkan polisi, tetapi apabila polisi tidak bisa, ya saya yang cari sendiri,“ imbuhnya serius.

Baca juga:
Diserang cap jempol darah, Gubernur Bali geram
(san)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Densus 88 Antiteror:...
Densus 88 Antiteror: Bom Rakitan di MAN 3 Padang Berdaya Ledak Rendah
39 menit yang lalu
Pemkot Tangsel Perkuat...
Pemkot Tangsel Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak untuk Cegah Stunting
46 menit yang lalu
Nurdiansyah Ungkap Dinamika...
Nurdiansyah Ungkap Dinamika Menjelang Musda Demokrat Aceh
1 jam yang lalu
Proyek Perpanjangan...
Proyek Perpanjangan 3 Peron Rampung, Stasiun Bogor Kini Bisa Layani 12 Rangkaian Kereta
2 jam yang lalu
Minta Polri Tingkatkan...
Minta Polri Tingkatkan Pencegahan Serangan Bom Rakitan, Sahroni: Semua Pihak Harus Bertanggung Jawab!
2 jam yang lalu
Kaposwil Satgas PRR...
Kaposwil Satgas PRR Aceh Minta BPBD Percepat Pembangunan Huntap
2 jam yang lalu
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved