Duh, 2 pembunuh bule AS nyaris saling baku hantam
Rabu, 26 Februari 2014 - 22:04 WIB
Duh, 2 pembunuh bule AS nyaris saling baku hantam
A
A
A
Sindonews.com - Pemandangan unik terjadi di Mapolresta Denpasar, sore tadi. Dua pelaku pembunuhan terhadap warga Amerika Serikat (AS) Paul Robb Lataurell (54), nyaris terlibat baku hantam di depan penyidik.
Keduanya saling menghujat menumpahkan emosi serta saling menyalahkan. Bersitegang pun berujung aksi nyaris baku hantam. Beruntung, petugas pun kemudian melerainya hingga aksi tersebut tak terjadi.
Berdasarkan pengakuan salah seorang pelaku pembunuhan, Multazumaulawi, didapatkan kesimpulan sementara motif tindakan nekat pelaku lantaran bermotifkan perasaan cemburu.
Menurut pria yang berstatus mahasiswa itu, dia nekat menghabisi nyawa Paul lantaran dipaksa berhubungan intim.
"Usai membunuh, Marianus, pelaku lainnya merapikan TKP dan membawa Kabur Mobil Kijang Innova," jelas Kapolresta Denpasar Kombes Pol Djoko Hari Utomo, Rabu (26/2/2014).
Sementara pengakuan Marsianus, dia disuruh melakukan itu karena iming-iming akan diberi imbalan oleh Multazumaulawi sebesar Rp20 juta jika membawa mobil korban ke Lombok untuk dijual.
"Dari hasil penjualan mobil, dipakai untuk membeli 3 sepeda motor, beberapa handphone dan televisi," jelasnya.
Diberitakan Paul Robb Lataurell ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka 65 tikaman, pada Senin 17 Februari 2014, di rumah kontrakannya di Jalan Banteng Nomor 2e Denpasar.
Baca:
Pembunuh bule AS menangis histeris di depan polisi
Keduanya saling menghujat menumpahkan emosi serta saling menyalahkan. Bersitegang pun berujung aksi nyaris baku hantam. Beruntung, petugas pun kemudian melerainya hingga aksi tersebut tak terjadi.
Berdasarkan pengakuan salah seorang pelaku pembunuhan, Multazumaulawi, didapatkan kesimpulan sementara motif tindakan nekat pelaku lantaran bermotifkan perasaan cemburu.
Menurut pria yang berstatus mahasiswa itu, dia nekat menghabisi nyawa Paul lantaran dipaksa berhubungan intim.
"Usai membunuh, Marianus, pelaku lainnya merapikan TKP dan membawa Kabur Mobil Kijang Innova," jelas Kapolresta Denpasar Kombes Pol Djoko Hari Utomo, Rabu (26/2/2014).
Sementara pengakuan Marsianus, dia disuruh melakukan itu karena iming-iming akan diberi imbalan oleh Multazumaulawi sebesar Rp20 juta jika membawa mobil korban ke Lombok untuk dijual.
"Dari hasil penjualan mobil, dipakai untuk membeli 3 sepeda motor, beberapa handphone dan televisi," jelasnya.
Diberitakan Paul Robb Lataurell ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka 65 tikaman, pada Senin 17 Februari 2014, di rumah kontrakannya di Jalan Banteng Nomor 2e Denpasar.
Baca:
Pembunuh bule AS menangis histeris di depan polisi
(rsa)