Buruh diminta tak terbeli oleh siapapun
Selasa, 25 Februari 2014 - 21:15 WIB
Buruh diminta tak terbeli oleh siapapun
A
A
A
Sindonews.com - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) diminta terus membangun kekuatan dan tetap solid agar tidak bisa terbeli oleh siapapun. DPR juga merasa bangga, jika KSPSI demo tanpa ada sponsor.
"Bahwa acara ini tidak disponsori oleh siapapun, itulah independensi," kata Ketua Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning saat menghadiri HUT ke-41 KSPSI di depan Gedung DPR, Selasa (25/2/2014).
Ribka juga berpesan kepada Andi Gani untuk terus memimpin pergerakan buruh. Menurut politikus PDIP ini, masih banyak persoalan buruh yang harus diselesaikan.
"Jangan kena iming-iming siapapun, karena itu bisa memecah belah kekuatan," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso mengatakan, salah satu isu yang dibahas anggota DPR dalam Sidang Paripurna, hari ini, yakni pengajuan hak interplasi kepada Presiden SBY tentang tenaga kerja outsourcing. Menurutnya, ada 28 anggota yang mengajukan hak interplasi soal hal tersebut.
"Keinginan kita, pengusul hak itu untuk menjelaskan masalah ini dan tidak boleh dihalangi oleh siapapun," tegasnya
Priyo mengaku, sudah memahami ada masalah tenaga kerja alih daya. Dia sudah beberapa kali berdikusi dengan tokoh buruh seperti Andi Gani dan Mudhofir, soal isu tersebut.
Di atas panggung ukuran 10X7 meter itu, Priyo juga menyoroti banyaknya buruh yang ditangkap dan ditahan karena berunjuk rasa untuk memperjuangkan harkat, martabat dan kesejahteraan.
"Negara tidak boleh menengkap buruh yang demo untuk meningkatkan kesejahteraan," tukasnya.
Baca:
KSPSI ajak buruh berbahagia di Senayan
"Bahwa acara ini tidak disponsori oleh siapapun, itulah independensi," kata Ketua Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning saat menghadiri HUT ke-41 KSPSI di depan Gedung DPR, Selasa (25/2/2014).
Ribka juga berpesan kepada Andi Gani untuk terus memimpin pergerakan buruh. Menurut politikus PDIP ini, masih banyak persoalan buruh yang harus diselesaikan.
"Jangan kena iming-iming siapapun, karena itu bisa memecah belah kekuatan," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso mengatakan, salah satu isu yang dibahas anggota DPR dalam Sidang Paripurna, hari ini, yakni pengajuan hak interplasi kepada Presiden SBY tentang tenaga kerja outsourcing. Menurutnya, ada 28 anggota yang mengajukan hak interplasi soal hal tersebut.
"Keinginan kita, pengusul hak itu untuk menjelaskan masalah ini dan tidak boleh dihalangi oleh siapapun," tegasnya
Priyo mengaku, sudah memahami ada masalah tenaga kerja alih daya. Dia sudah beberapa kali berdikusi dengan tokoh buruh seperti Andi Gani dan Mudhofir, soal isu tersebut.
Di atas panggung ukuran 10X7 meter itu, Priyo juga menyoroti banyaknya buruh yang ditangkap dan ditahan karena berunjuk rasa untuk memperjuangkan harkat, martabat dan kesejahteraan.
"Negara tidak boleh menengkap buruh yang demo untuk meningkatkan kesejahteraan," tukasnya.
Baca:
KSPSI ajak buruh berbahagia di Senayan
(mhd)