Dana bencana rentan dikorupsi, Jatim gandeng BPKP

Senin, 24 Februari 2014 - 04:17 WIB
Dana bencana rentan...
Dana bencana rentan dikorupsi, Jatim gandeng BPKP
A A A
Sindonews.com - Jumlah dana rekonstruksi bencana yang mencapai ratusan miliar rentan terjadi penyelewengan di lapangan.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit dana tersebut. Termasuk sejumlah bantuan yang disalurkan melalui Posko Induk Bencana Kelud.

"Ini bentuk keseriusan Pemprov Jatim agar dana dan bantuan disalurkan tepat sasaran. BPKP akan mengaudit dan terus mendampingi petugas Pemprov Jatim dalam penyaluran," kata Gubernur Jatim Soekarwo, di Grahadi, Minggu 23 Februari 2014.

Teknisnya adalah, petugas BPKP melakukan audit secara langsung saat penyaluran itu. Upaya ini dilakukan, kata Pakde Karwo, sebagai bentuk transparansi anggaran kepada publik. Sebab, bantuan berasal dari masyarakat dan APBD Jatim sehingga harus diketahui masyarakat.

Selain BPKP, kata Soekarwo, dana dan bantuan bencana ini juga diawasi oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Mantan Sekdaprov Jatim ini mengatakan, penyelewengan bantuan dapat dipidana sangat berat. Ketatnya pengawasan inilah Soekarwo yakin tidak akan ada yang main-main soal bantuan bencana ini.

Menurutnya, untuk memanajeman bantuan, Pemprov menggunakan sistem satu pintu di posko induk. "Posko ini menerima bantuan dari pusat dan masyaratak. Sehingga semuanya di bawah kontrol dan koordinasi dengan Pemprov Jatim, tidak peduli bantuan itu darimanapun," ucapnya.

Sementara data di Posko Induk menyebut, hingga minggu ini terdapat 8.026 Jiwa masih mengungsi. Jumlah pengungsi tersebut masih tersebar di empat daerah, yakni di Kediri 7.109 jiwa, Batu 44 jiwa, Malang 621 jiwa dan Jombang 252 jiwa. Sementara untuk rekontruksi pascabencana ini Pemprov Jatim menggelontor Rp100 Miliar lebih.

"Jumlah pengungsi terus berkurang karena mereka ingin kembali ke rumah setelah ada kepastian kerusakan rumah akan menjadi tanggung jawab Pemprov Jatim," tukasnya.
(maf)
Berita Terkait
Ratas Penanganan Bencana,...
Ratas Penanganan Bencana, Presiden Minta Percepatan Evakuasi Korban
Penanganan Bencana Harus...
Penanganan Bencana Harus Dipercepat
Kemensos akan Gandeng...
Kemensos akan Gandeng LSM dalam Penanganan Bencana
Pemkab Morowali Menggelar...
Pemkab Morowali Menggelar Rakor Penanganan Bencana
Temui Jajaran Pimpinan...
Temui Jajaran Pimpinan ITS dan Unair, Mensos: Silaturahim dan Diskusi Penanganan Bencana
Resmi Pimpin RAPI Sulsel,...
Resmi Pimpin RAPI Sulsel, IAS Dorong Penguatan Fungsi Sosial
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
7 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
7 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
9 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
9 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
11 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
11 jam yang lalu
Infografis
Bencana Banjir Bandang...
Bencana Banjir Bandang di Spanyol Menewaskan 95 Orang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved