Parkir kapal sembarangan, warga Karampuang demo

Jum'at, 21 Februari 2014 - 14:28 WIB
Parkir kapal sembarangan,...
Parkir kapal sembarangan, warga Karampuang demo
A A A
Sindonews.com - Puluhan warga Pulau Karampuang dan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa (Iperma) Pulau Karampuang Mamuju, hari ini menggelar demo di depan gedung DPRD Mamuju. Aksi ini dipicu oleh semrawutnya parkir kapal di pelabuhan Mamuju.

Mereka berjalan dari arah pelabuhan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Usai berorasi, mereka pun diterima Komisi II DPRD Mamuju.

Ketua Iperma Pulau Karampuang Pardi mengatakan, aktivitas kapal di seputar pelabuhan tersebut sudah tidak terkendali. Sebagian besar memarkir kapalnya sembarangan, sehingga menutup jalur masuk dan keluar perahu barang maupun penumpang.

"Kami warga Pulau Karampuang semakin kesulitan masuk pelabuhan Mamuju. Tidak hanya barang, tapi perahu penumpang harus berusaha keras hingga berjam-jam untuk keluar maupun masuk pelabuhan. Akibat lain, sering siswa kami terlambat masuk," ungkapnya, Jumat (21/2/2014).

Pardi mengaku, kedatangan mereka ke gedung DPRD Mamuju itu untuk meminta solusi. Karena upaya mereka untuk meminta pemilik kapal membuka jalan, sama sekali tidak digubris.

Mereka juga meminta DPRD Mamuju melihat langsung kondisi pelabuhan yang semakin padat. Mendesak pemerintah melakukan pembenahan kondisi pelabuhan dan mengatur kapal yang sandar di pelabuhan.

"Dulu sebelum pantai direklamasi, pelabuhan sangat aman dan tertib. Tapi sekarang hampir semua kapal yang datang ke Mamuju bertumpuk di pelabuhan. Kapal kecil kami menjadi kesulitan," katanya.

Salah seorang Anggota DPRD Mamuju Abdul Malik Ballako mengatakan, dewan akan segera melakukan koordinasi. Dia berjanji akan meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju untuk segera melakukan penertiban.

Malik mengakui tidak beraturnya pemarkiran nelayan di pelabuhan itu akibat tempat atau area di pelabuhan sangat sempit. Perlu ada solusi cerdas untuk mengatasi ini.

"Ruang nelayan kecil pun menjadi sempit. Kami akan segera lakukan koordinasi dengan pemerintah," terangnya.

Salah satu solusi yang mungkin dilakukan adalah memperluas areal pelabuhan Mamuju. Karena di kawasan itu juga terdapat TPI, bongkar muat barang dan orang dan aktivitas kelautan lainnya.
(san)
Berita Terkait
3 Hari Menghilang, 2...
3 Hari Menghilang, 2 Nelayan di Pesisir Barat Lampung Akhirnya Ditemukan
Dua Nelayan NTT Terdampar...
Dua Nelayan NTT Terdampar di Depan Kantor KBRI Oekusi
Nelayan Pangkep Terdampar...
Nelayan Pangkep Terdampar di Bali Setelah 15 Hari Terombang-ambing di Laut
Dihantam Ombak Besar...
Dihantam Ombak Besar di Perairan Wonggarasi Timur, 5 Nelayan Selamat 1 Hilang
Tiga Hari Hilang saat...
Tiga Hari Hilang saat Melaut, Nelayan Asal Maros Ditemukan Tewas
Nelayan Bintan yang...
Nelayan Bintan yang Hanyut 7 Hari Akhirnya Kembali ke Rumah
Berita Terkini
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
33 menit yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
2 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
3 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
3 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
4 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
6 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved