Pengedar obat daftar G sasar pelajar

Rabu, 19 Februari 2014 - 17:00 WIB
Pengedar obat daftar...
Pengedar obat daftar G sasar pelajar
A A A
Sindonews.com - Pengedar ilegal obat daftar G di wilayah Kabupaten Kendal menyasar para pelajar. Hal tersebut terungkap setelah Polres Kendal berhasil menangkap Nur Kholil alias Kawil (24), seorang pengedar obat jenis ini.

Pria yang merupakan warga Desa Kumpulrejo, Kecamatan Patebon ini ditangkap beserta sejumlah barang bukti di antaranya, tujuh pil clonazopam, 20 strip trihaex dan 45 boks atau sekitar 900 butir obat
code 15.

"Saya bukan pengedar obat-obatan ini, tapi kalau ada yang beli saya layani. Saya hanya dititipi teman yang ada di Semarang. Dia biasa dipanggil Dul," kata Kawil saat di Mapolres Kendal, Rabu (19/2/2014).

Biasanya obat daftar G tersebut dijual dengan sistem paket hemat kepada para pelajar. Per paket hemat berisi 10 butir dari sejumlah jenis dan dijual dengan harga Rp10.000 hingga Rp20.000

"Kalau jualnya pakai sistem paket hemat. Biasanya kami jual kepada para pelajar," lanjutnya.

Penangkapan pengedar obat daftar G tersebut merupakan bentuk upaya Polres Kendal dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

Selain itu, dalam beberapa waktu terakhir Polres Kendal juga berhasi membekuk pengguna obat terlarang, Bayu setyo Nugroho (23) warga Kecamatan Patebon.

Tersangka terpergok petugas saat hendak melakukan pesta sabu-sabu di sebuah rumah milik temannya di wilayah Kecamatan Gemuh. Dari tangan tersangka petugas berhasil menyita satu paket sabu siap pakai yang baru dibeli tersangka di Semarang seharga Rp1 juta.

"Saya beli dari seseorang di Semarang dengan harga Rp1 juta dan akan dipakai sendiri bukan untuk dijual. Saya sudah dua bulan terakhir selalu pakai sabu-sabu bersama teman-teman," kata pria yang bekerja sebagai kontraktor ini.

Sementara itu, Kapolres Kendal AKBP Haryyo Sugihartono mengatakan keduanya akan dikenakan pasal berbeda.

"Untuk pengguna sabu akan kami jerat dengan Pasal 114 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman lima tahun penjara atau denda Rp1 miliar. Sedangkan untuk pengedar obat daftag G akan dijerat dengan Pasal 65 UU RI nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika dengan
ancaman 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta," ujarnya.

Harryo mengaku pihaknya akan terus bertekad memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Kendal.

"Narkoba merupakan musuh bersama dan harus diberantas. Kami juga mengimbau semua lapisan masayarakat untuk menjauh dari barang haram ini," tandasnya.
(lns)
Berita Terkait
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Terlibat Penyelundupan...
Terlibat Penyelundupan Narkoba, PM Kepulauan Virgin Ditangkap
Kolombia Sita Kapal...
Kolombia Sita Kapal Selam Narkoba, Angkut 3 Ton Kokain
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Penggerebekan Kampung...
Penggerebekan Kampung Narkoba di Matraman
Berita Terkini
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
3 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
4 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
4 jam yang lalu
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
5 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
6 jam yang lalu
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
9 jam yang lalu
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved