Aniaya pembantu, istri perwira Polri akan diperiksa

Selasa, 18 Februari 2014 - 19:33 WIB
Aniaya pembantu, istri...
Aniaya pembantu, istri perwira Polri akan diperiksa
A A A
Sindonews.com - Polres Bogor Kota masih mendalami kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh LD istri perwira tinggi polisi berpangkat Brigjen terhadap pembantunya di Perumahan Duta Pakuan Blok C5/18, Kerurahan Tegallega, Bogor Tengah, Kota Bogor.

Kapolres Bogor Kota AKBP Bahtiar Ujang Purnama mengatakan, saat ini penyidik masih mendalami laporan korban yang mengaku telah mendapatkan perlakuan kekerasan dan tidak digaji saat bekerja dikediaman oknum petinggi Polri itu.

"Saat ini, kita masih mendalami terkait laporan tersebut. Apakah betul korban mendapatkan kekerasan saat bekerja di sana," kata Bahtiar kepada wartawan di Bogor, Selasa (18/2/2014).

Bahtiar mengaku, telah memerintahkan kepada jajaran Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) untuk menindaklanjuti laporan korban dugaan penganiayaan dengan memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan sejumlah barang bukti.

"Bila data-data sudah memungkinkan selanjutnya kita akan melakukan pemeriksaan kepada Ibu M (Mutiara) yang dituduh telah melakukan kekerasan terhadapnya," katanya.

Penyidik Polres Bogor Kota juga sudah melakukan penggeledahan terhadap kediaman LD. Berdasarkan penggeledahan itu, masih ada sejumlah orang pembantu di rumah tersebut yang berasal dari Maluku, Nusa Tenggara, dan Jawa Timur.

"Di dalam ada lima laki-laki dan delapan perempuan yang berasal dari luar daerah Bogor," kata salah seorang penyidik Iptu Mido Manik.

Dari keterangan sejumlah pembantu itu, kata dia, pihaknya mendapatkan keterangan yang beragam. Ada membenarkan perlakuan majikannya itu kasar, ada juga yang mengaku betah di rumah itu.

"Tapi ada juga yang mengaku sehat dan mengaku betah tinggal bersama di rumah tersebut," tambahnya.

Sementara itu, Sobari (34), petugas keamanan setempat mengatakan, rumah tersebut memang selalu tertutup dan pemiliknya jarang sekali sosialisasi.

"Kadang pemilik rumah dengan pembantunya sesekali keluar pada pagi hari untuk membersihkan pekarangan atau membuang sampah," katanya.

Pihaknya mengaku, sulit memantau aktifitas penghuni dalam rumah karena tembok pembatas dan pintu pagar cukup tinggi dan berkawat. "Bila ingin bertamu harus teriak-teriak lama baru di gerbang dibuka," paparnya.
(mhd)
Berita Terkait
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan oleh Anak DPR RI Terhadap DSA
Nikita Mirzani Jalani...
Nikita Mirzani Jalani Sidang Tuntutan Kasus Penganiayaan Terhadap Mantan Suaminya
Bak Ayam Sakit, Ini...
Bak Ayam Sakit, Ini Tampang Pelaku Pemukulan Anak Politisi PDIP Indah Kurnia Usai Menyerahkan Diri
Penangkapan Tersangka...
Penangkapan Tersangka Penganiayaan Wartawan di Kupang
Sadis! Bocah Tewas Dibanting...
Sadis! Bocah Tewas Dibanting Pacar Ibunya karena Rewel saat Sakit
Pria di Palmerah Penganiaya...
Pria di Palmerah Penganiaya Anak Kekasihnya hingga Tewas Ditangkap
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
2 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
7 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
7 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
8 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
8 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
8 jam yang lalu
Infografis
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved