Isu Risma mundur hanya untuk bargaining politik saja
Selasa, 18 Februari 2014 - 10:57 WIB
Isu Risma mundur hanya untuk bargaining politik saja
A
A
A
Sindonews.com - Pakar Komunikasi Politik Universitas Airlangga (Unair) Suko Widodo menganggap isu mundurnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tidak bisa dipertanggung jawabkan. Pasalnya, sampai hari ini Wali Kota Perempuan itu masih duduk sebagai orang nomor satu di Kota Surabaya.
"Itu kan masih sekedar isu. Risma belum ada pernyataan resmi untuk mundur. Ya isu juga," kata Suko Widodo saat dihubungi, Selasa (18/2/2014).
Menurutnya, isu itu muncul bisa jadi untuk cek sound dengan tujuan mengetahui reaksi publik seperti apa.
Pasalnya, kabar yang beredar ada yang akan menggadang-gadang Risma untuk maju ke kancah Nasional.
Suko juga mengatakan, isu mundur ini sengaja dilempar oleh pihak-pihak yang mencoba bermain politik. Bisa juga isu mundur ini, Risma sedang melakukan Bargaining dengan Partai Politik pengusungnya atau bisa juga dengan wakilnya yang baru dilantik itu.
"Semua kan masih isu dan bisa saja dugaan-dugaan itu muncul," tambahnya.
Masih kata Suko, bisa saja, isu mundur ini sengaja di creat untuk mengetahui citra seseorang di mata publik. Terlebih, sosok Risma ini memang kuat pendukungnya di Surabaya.
"Bisa jadi semacam cek sound. Reaksi publik bagaimana. Tapi ini semua kan masih isu. Belum ada sikap resmi untuk mundur," ujar Suko.
Pihak pelempar isu mundur ini, kata Suko, juga dianggap semacam uji petik seorang pemimpin. Terlebih lagi, Risma juga digadang-gadang unuk maju ke level nasional.
Menurutnya, kondisi itu sangat wajar karena tugas dari partai politik adalah melakukan rekruitmen pemimpin. Nah, lemparan isu-isu seperti ini dianggap perlu.
"Itu kan masih sekedar isu. Risma belum ada pernyataan resmi untuk mundur. Ya isu juga," kata Suko Widodo saat dihubungi, Selasa (18/2/2014).
Menurutnya, isu itu muncul bisa jadi untuk cek sound dengan tujuan mengetahui reaksi publik seperti apa.
Pasalnya, kabar yang beredar ada yang akan menggadang-gadang Risma untuk maju ke kancah Nasional.
Suko juga mengatakan, isu mundur ini sengaja dilempar oleh pihak-pihak yang mencoba bermain politik. Bisa juga isu mundur ini, Risma sedang melakukan Bargaining dengan Partai Politik pengusungnya atau bisa juga dengan wakilnya yang baru dilantik itu.
"Semua kan masih isu dan bisa saja dugaan-dugaan itu muncul," tambahnya.
Masih kata Suko, bisa saja, isu mundur ini sengaja di creat untuk mengetahui citra seseorang di mata publik. Terlebih, sosok Risma ini memang kuat pendukungnya di Surabaya.
"Bisa jadi semacam cek sound. Reaksi publik bagaimana. Tapi ini semua kan masih isu. Belum ada sikap resmi untuk mundur," ujar Suko.
Pihak pelempar isu mundur ini, kata Suko, juga dianggap semacam uji petik seorang pemimpin. Terlebih lagi, Risma juga digadang-gadang unuk maju ke level nasional.
Menurutnya, kondisi itu sangat wajar karena tugas dari partai politik adalah melakukan rekruitmen pemimpin. Nah, lemparan isu-isu seperti ini dianggap perlu.
(sms)