Telepon Mendagri, ARB dinilai tidak sopan & arogan

Kamis, 06 Februari 2014 - 12:24 WIB
Telepon Mendagri, ARB...
Telepon Mendagri, ARB dinilai tidak sopan & arogan
A A A
Sindonews.com - Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus, mengecam pernyataan Aburizal Bakrie (ARB) yang dinilai memprovaksi situasi di Kabupaten, Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur, dengan menelpon Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi untuk segera melantik Bupati SBD.

Komunikasi melalui telepon ke Mendagri, dilakukan ARB pada Senin 3 Februari 2014, saat berada di Sumba. ARB kemudian diprotes, lantaran saat ini masalah Pilkada di daerah Padang Sabana itu sedang bermasalah.

"Kita protes keras kepada ARB dan kepada Mendagri seolah-olah urusan Pilkada SBD cukup diselesaikan dengan telepon-teleponan antara ARB dan Gamawan Fawzi," kata Petrus Selestinus, kepada warawan, Kamis (6/2/2014).

Petrus menilai, permintaan ARB via telpon ke Mendagri agar melantik MDT-DT sebagi Bupati dan Wakil Bupati SBD, sebagai langkah tidak sopan dan tidak beretika. Sebab setelah menelpon Mendagri Gumawan Fauzi, ARB yang saat itu melakukan safari politik sebagai Calon Presiden RI dari Partai Golkar di SDB-NTT, dia langsung memberikan keterangan kepada masa pendukungnya, bahwa Mendagri segera memproses pelantikan bupati dan wakil bupati SDM.

Diduga, keberadaan Calon Presiden Partai Golkar ini dimanfaatkan pendukungnya dan melaporkan situasi pascaPilkada di daerah itu, termasuk belum ada pelantikan bupati terpilih, yang diusung Partai Golkar.

Laporan sesat itulah yang mendorong ARB langsung menelpon Mendagri via ponsel. "Pak Mendagri, maaf mengganggu. Saya lagi di Sumba. Tolong dibantu proses pelantikan Bupati Sumba Barat Daya," kata ARB, seperti ditirukan Petrus.

Usai menelpon, ARB menyampaikan kepada massa Golkar yang hadir bahwa Mendagri segera memroses pelantikan Bupati SBD terhitung mulai hari ini Rabu 5 Februari 2014.

Mantan pembela Megawati Soekarnoputri ini menilai, ARB baik sebagai Ketua Umum Partai Golka, maupun sebagai Capres Partai Golkar, telah melakukan intervensi politik secara tidak sopan dan arogan kepada Mendagri, karena dilakukan dihadapan dan disaksikan banyak orang.

ARB, lanjut Petrus Selestinus, diduga terjebak dengan laporan yang menyesatkan dari kader Golkar di NTT. Dia menyebut Setya Novanto, sebagai salah satu petualang pemberi informasi itu.

"ARB jangan memprovokasi situasi dan melukai hati mayoritas masyarakat pemilih SBD yang telah memilih dan mendukung pasangan Kornelius Kodi Mete alias Konco Ole Ate. Publik di NTT tahu bahwa kemenangan Partai Golkar dalam Pilkada Sumba Barat Daya dilakukan dengan cara-cara curang, tipu muslihat, memalsu angka perolehan suara," terangnya.

ARB dikecam, lantaran kasus Pilkada Sumba Barat Daya kini bermasalah dan telah dilaporkan ke Mabes Polri. Karena itu TPDI menuduh ARB melakukan serangkaian provokatif dan melukai rasa keadilan masyarakat Sumba Barat Daya.

Dia juga dianggap melecehkan proses hukum yang tengah berlangsung di Pengadilan Negeri Waikabubak Sumba Barat atas dakwaan tentang Tindak Pidana Penggelembungan Suara untuk memenangkan paket MDT-DT yang dilakukan empat Komisioner KPUD setempat.
(san)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Mahfud MD, Setelah Pilkada...
Mahfud MD, Setelah Pilkada Timbul Sejumlah Permasalahan
Kaesang Pangarep Tidak...
Kaesang Pangarep Tidak Bisa Maju Pilkada 2024
Aji Mumpung Anak Mahkota...
Aji Mumpung Anak Mahkota di Pemilihan Kepala Daerah
Kampanye Daring Tak...
Kampanye Daring Tak Diminati Paslon Pilkada Serentak 2020
27 November Akan Ditetapkan...
27 November Akan Ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional  
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
2 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
2 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
2 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
3 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
3 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
3 jam yang lalu
Infografis
Batas Aman Makan Kue...
Batas Aman Makan Kue Lebaran Biar Berat Badan Tidak Naik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved