Seminggu tergenang banjir, ribuan warga masih mengungsi
Rabu, 05 Februari 2014 - 13:57 WIB
Seminggu tergenang banjir, ribuan warga masih mengungsi
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Perbaikan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Yolak Dalimunthe mengatakan, banjir yang menggenangi sebagian wilayah Jawa Tengah masih belum surut. Banjir sudah menggenangi perumahan warga sejak satu minggu lalu.
"Banjir di Kabupaten Kudus memiliki jumlah pengungsi 4.144 jiwa. Posko dan dapur umum lapangan (dumlap) telah didirikan. Sedikitnya 84 rumah rusak akibat banjir ini," ujar Yolak, kepada Sindonews, Senin (5/2/2014).
BPBD Provinsi Jateng telah membuka posko Aju dan melakukan pendataan terhadap kabupaten dan kota yang terkena bencana banjir dan longsor, serta memberikan bantuan logistik dan perahu karet.
"Banjir di Kabupaten Jepara memiliki jumlah pengungsi sekira 3.050 jiwa. Tersebar di Kecamatan Pecangaan, Kalinyamatan, dan Nalumsari. Posko di kantor BPBD, dumlap, dan pos kesehatan telah didirikan," terangnya.
BPBD kabupaten dan kota, bersama TNI, Polri, dan relawan telah melakukan pencarian, pertolongan dan evakuasi, serta melakukan pendataan dan pendistribusian logistik kepada warga yang terdampak bencana.
"Banjir di Kabupaten Pati mencapai 18.736 jiwa, tersebar di 23 titik. Posko di kantor BPBD, pos kesehatan, dan dumlap telah didirikan. Sedangkan pengungsi banjir di Kabupaten Cilacap sudah kembali ke rumah," ungkapnya.
BNPB telah mengirimkan tim untuk melakukan pendampingan dan memberikan bantuan dana siap pakai kepada BPBD Provinsi Jateng untuk kemudian diberikan kepada BPBD Kabupaten Kudus, Kabupaten Demak, Kabupaten Jepara, dan Kabupaten Pati.
"Untuk di Kabupaten Demak, dan Kabupaten Batang, pengungsi sudah kembali ke rumah. Sedang di Kabupaten Pekalongan, jumlah pengungsi mencapai 1.468 jiwa," jelasnya.
Saat ini, kebutuhan mendesak warga adalah perahu karet, air bersih, toilet mobil, logistik untuk dapur umum, selimut, tikar atau terpal, dan alat pembersihan.
"Bantuan BNPB ke BPBD Kudus Rp526 juta berupa dana siap pakai Rp372 juta dan logistik senilai Rp154 juta untuk operasional darurat," ungkapnya.
"Banjir di Kabupaten Kudus memiliki jumlah pengungsi 4.144 jiwa. Posko dan dapur umum lapangan (dumlap) telah didirikan. Sedikitnya 84 rumah rusak akibat banjir ini," ujar Yolak, kepada Sindonews, Senin (5/2/2014).
BPBD Provinsi Jateng telah membuka posko Aju dan melakukan pendataan terhadap kabupaten dan kota yang terkena bencana banjir dan longsor, serta memberikan bantuan logistik dan perahu karet.
"Banjir di Kabupaten Jepara memiliki jumlah pengungsi sekira 3.050 jiwa. Tersebar di Kecamatan Pecangaan, Kalinyamatan, dan Nalumsari. Posko di kantor BPBD, dumlap, dan pos kesehatan telah didirikan," terangnya.
BPBD kabupaten dan kota, bersama TNI, Polri, dan relawan telah melakukan pencarian, pertolongan dan evakuasi, serta melakukan pendataan dan pendistribusian logistik kepada warga yang terdampak bencana.
"Banjir di Kabupaten Pati mencapai 18.736 jiwa, tersebar di 23 titik. Posko di kantor BPBD, pos kesehatan, dan dumlap telah didirikan. Sedangkan pengungsi banjir di Kabupaten Cilacap sudah kembali ke rumah," ungkapnya.
BNPB telah mengirimkan tim untuk melakukan pendampingan dan memberikan bantuan dana siap pakai kepada BPBD Provinsi Jateng untuk kemudian diberikan kepada BPBD Kabupaten Kudus, Kabupaten Demak, Kabupaten Jepara, dan Kabupaten Pati.
"Untuk di Kabupaten Demak, dan Kabupaten Batang, pengungsi sudah kembali ke rumah. Sedang di Kabupaten Pekalongan, jumlah pengungsi mencapai 1.468 jiwa," jelasnya.
Saat ini, kebutuhan mendesak warga adalah perahu karet, air bersih, toilet mobil, logistik untuk dapur umum, selimut, tikar atau terpal, dan alat pembersihan.
"Bantuan BNPB ke BPBD Kudus Rp526 juta berupa dana siap pakai Rp372 juta dan logistik senilai Rp154 juta untuk operasional darurat," ungkapnya.
(san)