Kades Cihuni: Biasanya kalau ngubur main kubur saja
Selasa, 04 Februari 2014 - 16:50 WIB
Kades Cihuni: Biasanya kalau ngubur main kubur saja
A
A
A
Sindonews.com - Kasus puluhan makam di TPU Cihuni dibongkar paksa oleh tiga warga ternyata tanpa sepengetahuan kepala desa setempat.
Maklum saja, TPU tersebut adalah tanah wakaf sehingga tidak ada warga yang melapor ketika mereka memakamkan keluarganya.
Kepala Desa Cihuni, Madnasir hanya menggelengkan kepala ketika ditanya perihal 93 makam yang dibongkar tanpa sepengetahuan ahli warisnya.
"Saya benar-benar tidak tahu soal ini," kata Madnasir, Kepala Desa Cihuni, Selasa (4/2/2014).
Dikatakan Madnasir, ia baru tahu setelah berita ini mencuat dipermukaan.
"Namanya TPU tanah wakaf, biasanya ahli waris kalau ngubur main kubur, enggak lapor ke kita," ucapnya.
Sehingga soal adanya pemindahan, ia mengaku sama sekali tidak tahu.
Saat ini Dewan tengah melakukan pemantauan langsung dilokasi TPU Ciganteng yang 93 makamnya sudah dalam terbuka.
Baca juga:
Warga duga 69 kerangka dibuang ke sungai
Maklum saja, TPU tersebut adalah tanah wakaf sehingga tidak ada warga yang melapor ketika mereka memakamkan keluarganya.
Kepala Desa Cihuni, Madnasir hanya menggelengkan kepala ketika ditanya perihal 93 makam yang dibongkar tanpa sepengetahuan ahli warisnya.
"Saya benar-benar tidak tahu soal ini," kata Madnasir, Kepala Desa Cihuni, Selasa (4/2/2014).
Dikatakan Madnasir, ia baru tahu setelah berita ini mencuat dipermukaan.
"Namanya TPU tanah wakaf, biasanya ahli waris kalau ngubur main kubur, enggak lapor ke kita," ucapnya.
Sehingga soal adanya pemindahan, ia mengaku sama sekali tidak tahu.
Saat ini Dewan tengah melakukan pemantauan langsung dilokasi TPU Ciganteng yang 93 makamnya sudah dalam terbuka.
Baca juga:
Warga duga 69 kerangka dibuang ke sungai
(ysw)