Dikecewakan pacar, Resna Natasya nekat gantung diri
Selasa, 28 Januari 2014 - 09:30 WIB
Dikecewakan pacar, Resna Natasya nekat gantung diri
A
A
A
Sindonews.com - Resna Natasya (20), warga Simpang Taram Jorong Kumbang Landai, Nagari Saruaso, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, nekat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
Diduga Natasya nekat bunuh diri lantaran frustasi setelah dikecewakan pacarnya. Tak hanya itu, Natasya belakangan juga murung karena tak dapat melanjutkan pendidikan ke universitas.
"Diduga pemicunya korban bunuh diri karena hubungan dengan pacarnya, dan kekecewaannya tidak dapat melanjutkan pendidikan ke universitas," ujar paman korban, Amrizal (41) kepada wartawan, Selasa (28/1/2014).
Amrizal menambahkan, sebelum mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, korban sempat berkomunikasi dengan temannya prianya.
"Korban tidak ada masalah dengan keluarganya, dia kan baru pulang merantau. Malahan, siang itu korban masih sempat menyiapkan makanan buat kedua orangtuanya," ungkap Amrizal.
Namun, sore hari, korban ditemukan sudah meninggal dunia dalam posisi tergantung di kamarnya dengan leher terikat. Jasad korban pertama kali ditemukan Ibu kandungnya, Darmawati (51).
"Ibunya baru pulang dari sawah. Tapi ibunya tak melihat Natasya dan mencarinya ke kamarnya. Ternyata kamarnya dikunci. Karena dipanggil tak kunjung menyahut, ibunya lalu mengintip ke ventilasi atas kamar. Saat itulah dia melihat anaknya sudah tergantung," tutur Amrizal.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Natasya baru saja menamatkan pendidikannya di SMK 1 Batusangkar. Natasya sendiri merupakan salah satu siswa berprestasi di sekolah tersebut. Almarhum bahkan mendapatkan undangan untuk kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB).
Diduga Natasya nekat bunuh diri lantaran frustasi setelah dikecewakan pacarnya. Tak hanya itu, Natasya belakangan juga murung karena tak dapat melanjutkan pendidikan ke universitas.
"Diduga pemicunya korban bunuh diri karena hubungan dengan pacarnya, dan kekecewaannya tidak dapat melanjutkan pendidikan ke universitas," ujar paman korban, Amrizal (41) kepada wartawan, Selasa (28/1/2014).
Amrizal menambahkan, sebelum mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, korban sempat berkomunikasi dengan temannya prianya.
"Korban tidak ada masalah dengan keluarganya, dia kan baru pulang merantau. Malahan, siang itu korban masih sempat menyiapkan makanan buat kedua orangtuanya," ungkap Amrizal.
Namun, sore hari, korban ditemukan sudah meninggal dunia dalam posisi tergantung di kamarnya dengan leher terikat. Jasad korban pertama kali ditemukan Ibu kandungnya, Darmawati (51).
"Ibunya baru pulang dari sawah. Tapi ibunya tak melihat Natasya dan mencarinya ke kamarnya. Ternyata kamarnya dikunci. Karena dipanggil tak kunjung menyahut, ibunya lalu mengintip ke ventilasi atas kamar. Saat itulah dia melihat anaknya sudah tergantung," tutur Amrizal.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Natasya baru saja menamatkan pendidikannya di SMK 1 Batusangkar. Natasya sendiri merupakan salah satu siswa berprestasi di sekolah tersebut. Almarhum bahkan mendapatkan undangan untuk kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB).
(rsa)