Pilih bertahan di rumah, warga Kudus tolak evakuasi
Rabu, 22 Januari 2014 - 12:35 WIB
Pilih bertahan di rumah, warga Kudus tolak evakuasi
A
A
A
Sindonews.com - Badan SAR Nasional (Basarnas) Kantor SAR Semarang menambah personel berikut peralatan evakuasi di daerah terdampak bencana banjir di Kudus. Namun, saat akan dievakuasi, warga yang masih menolak diungsikan.
Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang Agus Haryono mengatakan, tim yang dikerahkan berasal dari Basarnas Pos SAR Yogyakarta. Selain satu tim evakuasi, Basarnas juga mengirimkan peralatan evakuasi. Di antaranya perahu karet, truk, dan alat evakuasi lain.
"Mereka berjumlah sembilan orang, berikut peralatan evakuasi, berangkat dari Semarang pagi ini," ungkapnya, melalui kepada wartawan, Rabu (22/1/2014).
Hingga kini, tim yang berada di Kudus sedang melakukan evakuasi di Dukuh Goleng, Desa Pasuruan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Mereka dibantu pihak terkait, baik BPBD Kudus, maupun TNI dan Polri.
"Ketinggian banjir semakin meningkat sejak tadi malam. Proses evakuasi dilakukan sejak pagi tadi, pukul 03.00 WIB. Evakuasi tidak berjalan mulus. Warga ada yang menolak untuk dievakuasi," lanjutnya.
Humas Basarnas Kantor SAR Semarang Aris Triyono menambahkan, saat ini pihaknya masih membujuk warga agar mau diungsikan ke tempat yang aman.
"Tim SAR gabungan, sudah menerjunkan dua unit perahu karet untuk membantu evakuasi di Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Evakuasi terkendala hujan deras disertai angin, dan jarak pandang yang terbatas," katanya.
Saat ini, warga yang sudah dievakuasi berjumlah sekira ratusan orang. Sementara itu, di lokasi Jepara, tim yang sudah ada ditarik dan diganti personel baru. Mereka diberangkatkan Selasa 21 Januari 2014 malam, berjumlah sembilan orang dari Basarnas Pos SAR Surakarta.
Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang Agus Haryono mengatakan, tim yang dikerahkan berasal dari Basarnas Pos SAR Yogyakarta. Selain satu tim evakuasi, Basarnas juga mengirimkan peralatan evakuasi. Di antaranya perahu karet, truk, dan alat evakuasi lain.
"Mereka berjumlah sembilan orang, berikut peralatan evakuasi, berangkat dari Semarang pagi ini," ungkapnya, melalui kepada wartawan, Rabu (22/1/2014).
Hingga kini, tim yang berada di Kudus sedang melakukan evakuasi di Dukuh Goleng, Desa Pasuruan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Mereka dibantu pihak terkait, baik BPBD Kudus, maupun TNI dan Polri.
"Ketinggian banjir semakin meningkat sejak tadi malam. Proses evakuasi dilakukan sejak pagi tadi, pukul 03.00 WIB. Evakuasi tidak berjalan mulus. Warga ada yang menolak untuk dievakuasi," lanjutnya.
Humas Basarnas Kantor SAR Semarang Aris Triyono menambahkan, saat ini pihaknya masih membujuk warga agar mau diungsikan ke tempat yang aman.
"Tim SAR gabungan, sudah menerjunkan dua unit perahu karet untuk membantu evakuasi di Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Evakuasi terkendala hujan deras disertai angin, dan jarak pandang yang terbatas," katanya.
Saat ini, warga yang sudah dievakuasi berjumlah sekira ratusan orang. Sementara itu, di lokasi Jepara, tim yang sudah ada ditarik dan diganti personel baru. Mereka diberangkatkan Selasa 21 Januari 2014 malam, berjumlah sembilan orang dari Basarnas Pos SAR Surakarta.
(san)