Bantuan korban banjir di Jakbar belum merata

Rabu, 22 Januari 2014 - 01:16 WIB
Bantuan korban banjir...
Bantuan korban banjir di Jakbar belum merata
A A A
Sindonews.com - Sebanyak 14.000 dari 23.000 jiwa yang mengalami kebanjiran di Jakarta Barat mengungsi. Bantuan dari berbagai pihak pun datang, namun sejumlah pengungsi masih banyak yang belum mendapatkan bantuan itu.

Sumiyati Alamsiah (43), warga Rt 12/08, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat mengatakan, sejak mengungsi dibantaran rel kereta api Pesing selama hampir satu minggu dirinya hanya mendapatkan dua liter beras. Bahkan nasi bungkus pun tidak.

"Ya kami makan seadanya yang bisa kami beli di Pasar Pesing Koneng. Seperti ikan asin, teri dan sebagainya yang murah. Itupun cuma bisa sehari sekali kami makan, malam mie instan," kata Sumiyati bersama belasan pengungsi lainya di lokasi pengungsi, Selasa 21 Januari 2014.

Sumiyati bersama ratusan warga lainya memilih mengungsi di bantaran rel kereta api meski hanya beratapan terpal dan tidak berdinding. Padahal, untuk seluruh RW08 yang mengalami kebanjiran ditampung di SDN 09-10 Kedoya Utara yang sudah sepekan tidak beraktifitas lantaran tergenang banjir setinggi 20-40 centimeter "Jauh mengungsi di SD, lagian sudah penuh juga kemarin pas kami kesana," ujarnya.

Ketua RT 12/08, M Jimbo mengakui, tidak adanya bantuan yang datang untuk sejumlah pengungsi yang ada di bantaran rel kereta api Pesing. Padahal, dia melihat berbagai bantuan datang ke posko pengungsian yang ada di SDN 09-10 Kedoya Utara.

"Bantuan banyak datang ke SD, tapi enggak sampai ke sini (rel kereta api Pesing). Camat saja belum pernah datang ke sini selama seminggu kami kebanjiran," keluhnya.

Lokasi pengungsian di bantaran rel kereta api Pesing, kata Jimbo sedikitnya terdapat 50 KK. Mereka selama ini mengandalkan air bersih dari sejumlah fasilitas umum yang ada di dekat pengungsian, baik masjid maupun pasar.

"MCK (mandi cuci kakus) di pasar, kalau nyuci ya pakai air banjir sini," ungkapnya.

Baca:
Pompa air tak dapat tolong banjir di Jakbar
(mhd)
Berita Terkait
Riwayat Banjir Besar...
Riwayat Banjir Besar di DKI Jakarta Sejak 1918 Hingga 2020
Jakarta Diancam Banjir,...
Jakarta Diancam Banjir, Tiga Hal Ini Perlu Diantisipasi
Sejumlah Hotel Disiapkan...
Sejumlah Hotel Disiapkan Untuk Tampung Warga Terdampak Banjir
Anies Bocorkan Jurus...
Anies Bocorkan Jurus Atasi Banjir di Kampung Cipinang
Anies Posting Ini di...
Anies Posting Ini di Akun Media Sosial, Antisipasi Banjir Datang
Presiden AS Joe Biden:...
Presiden AS Joe Biden: Jakarta Tenggelam 10 Tahun Mendatang
Berita Terkini
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
14 menit yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
48 menit yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
2 jam yang lalu
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
2 jam yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
2 jam yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved