Pemuda gila dibunuh adik kandung

Selasa, 21 Januari 2014 - 21:58 WIB
Pemuda gila dibunuh...
Pemuda gila dibunuh adik kandung
A A A
Sindonews.com – Seorang pemuda di Dukuh Karang Balikan RT 7 RW 3, Desa Tambakrejo, Kecamatan Patebon, Kendal nekat membunuh kakak kandungnya.

Pembunuhan tersebut dilakukan karena kakak kandungnya memiliki latar belakang kejiwaan, mengamuk dan hendak membunuh ibunya dengan sebilah celurit.

Peristiwa itu bermula saat Panji Yuliyanto (25) mengamuk dan mendatangi Sulasmi(47) ibu kandungnya dengan menenteng sebilah celurit. Namun, saat Panji memasuk rumah, dia dihalangi oleh adiknya, Muhammad Hardiyanto (19).

Lantaran kejiwaannya terganggu, Panji pun semakin mengamuk. Dia pun kemudian mengejar Hardiyanto hingga ke halaman rumah. Bahkan, Panji melempar celurit itu ke arah Hardiyanto. Beruntung, celurit itu tidak mengenai tubuh adiknya itu.

Setelah itu, Hardiyanto justru dengan cepat mengambil celurit yang menancap di dinding kayu, untuk kemudian menyabetkan ke perut kakaknya hingga tewas.

Panji tewas akibat luka di perut bagian kiri dengan panjang sekitar 10 sentimeter. Hardiyanto pun menyerahkan diri ke Polsek Patebon, beberapa saat setelah kejadian.

“Awalnya saya tidak bermaksud membunuh kaka saya. Itu saya lakukan karena tadi kakak kembali mengamuk dan mengancam ibu. Dia juga membawa celurit,” kata Hardiyanto, di Mapolsek Patebon, Selasa (21/1/2014).

Pemuda kelahiran 30 September 1989 ini menambahkan, saat hendak masuk rumah, kakaknya melihatnya seperti menghalangi. Dia pun lari, dan sempat dilempar celurit dua kali.

“Dilempar celurit tapi meleset. Saya ambil celurit itu dan membacoknya,” lanjutnya.

Menurutnya, kakak kandung itu memang punya penyakit kejiwaan sejak kecil. Seringkali mengamuk tanpa sebab yang jelas, dengan mengancam semua orang yang ada di sekitarnya. Selain itu, korban juga kerap merusak perabotan rumah tangga saat kumat.

“Memang sejak kecil sudah terganggu kejiwaannya. Dia sering mengamuk dan mengancam keluarga serta tetangga,” paparnya.

Salah seorang warga Dukuh Karang Balikan, Rohim (47) mengatakan korban memang sering mengamuk dan melukai orang yang berada di sekitarnya. “Kalau sedang ngamuk¸semua orang memilih lari daripada kenapa-kenapa,” katanya.

Beberapa waktu lalu, istri Sukoco, tetangganya yang sedang menjemur pakaian juga menjadi korban amukan Panji. Hingga saat ini, ibu Sukoco kakinya masih sakit pada bagian dengkul.

“Itu kan memang sakit kejiwaan sejak kecil,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsek Patebon, AKP Suparno menuturkan pelaku memang membacok korban lantaran tidak terima Sutarmi, yang tak lain adalah ibu kandungnya diancam dan dimaki-maki oleh korban dengan menggunakan celurit.

Melihat nyawa sang ibu terancam, pelaku langsung mengejar dengan maksud membela ibunya.

“Korban diketahui mengidap gangguan jiwa dan sering marah, pelakuyang tidak terima berusaha membela ibunya. Hingga terjadilah pembunuhan itu,” terangnya.

Sejauh ini, pihaknya sudah mendalami kasus ini dengan memeriksa tiga saksi yakni Sapto Kemandoko (perangkat desa), Sulasmi (Ibu Korban), serta Siti Yuliana (tetangga korban). “Kasus ini masih dalam penyidikan,” tandasnya.
(lns)
Berita Terkait
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan...
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan Perempuan yang Jasadnya Dibungkus Plastik di Sukoharjo
Ini Fakta-fakta Pembunuhan...
Ini Fakta-fakta Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB
Pembunuh Pengusaha Emas...
Pembunuh Pengusaha Emas di Papua Ternyata WNA Afghanistan, Pelaku Selingkuhan Istri Korban
1 Buron Kasus Vina Cirebon...
1 Buron Kasus Vina Cirebon Berhasil Diringkus Polda Jabar
Ditahan Imbang Polandia,...
Ditahan Imbang Polandia, Prancis Gagal Juara Grup
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap Kasus Pembunuhan Advokat di Cilacap, Kakak Beradik Ditangkap
Berita Terkini
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
38 menit yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
1 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
1 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
2 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
2 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
2 jam yang lalu
Infografis
Pernah Diancam Dibunuh...
Pernah Diancam Dibunuh Israel, Profil Ismail Haniyeh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved