Korban bom Tentena hidup dengan 6 serpihan bom di tubuh

Selasa, 21 Januari 2014 - 12:59 WIB
Korban bom Tentena hidup...
Korban bom Tentena hidup dengan 6 serpihan bom di tubuh
A A A
THIUS (49), korban ledakan bom, di Pasar Tentena, pada 28 Mei 2005, sembilan tahun hidup dengan enam potongan besi serpihan bom di tubuhnya. Enam potongan besi itu, tiga di antaranya berada di pinggul.

Keberadaan potongan potongan besi yang merupakan material bom itu membuatnya merasa sangat kesakitan. Karena rasa sakit dan penderitaannya itu, dia tidak dapat bekerja mencari nafkah dan lebih banyak berbaring di rumah.

Selama sembilan tahun menahan rasa sakit, Thius tidak tahan lagi. Sebab, rasa sakit itu sangat menyiksanya. Namun, untuk operasi pengangkatan dia tidak memiliki uang. Untuk itu, pada awal 2014, dia mengadu ke seorang anggota DPRD Poso yang kemudian membawanya untuk di-rontgen di RSUD Poso.

"Kondisi saya pada saat ini saya merasakan sangat mengganggu sekali dan sangat sakit sekali, karena serpihan yang masih ada di dalam tubuh saya ini. Serpihan itu terjadinya bom di Tentena, pada 28 Mei 2005," ujar Thius, kepada wartawan, Selasa (21/1/2014).

Ditambahkan dia, sebelumnya dia pernah menjalani operasi pengangkatan serpihan bom di Jakarta. Sejak itu, dirinya merasa baikan. Namun, setelah sembilan tahun rasa sakit akibat serpihan itu semakin parah.

"Jadi pada saat ini saya baru merasakan, merasakan sangat sakit. Serpihan yang masih ada di dalam tubuh. Serpihannya ini sesuai dengan hasil rontgen yang ada, serpihan bom ini berarti yang masih ada enam buah serpihan bom. Terdiri dari besi 8 di pinggul kanan ada tiga, di tangan kanan ada tiga," ungkapnya.

Ditambahkan dia, hari ini dia dijadwalkan akan menjalani operasi pengangkatan kembali serpihan bom itu. Saat ini, dia membutuhkan uang Rp10 juta untuk biaya membeli obat sebelum dan sesudah pelaksanaan operasi.

"Sayangnya hingga Senin 20 Januari 2014 sore, uang itu belum didapatkan. Padahal pagi ini saya harus dioperasi. Permohonan bantuan yang disampaikan ke kantor Bupati Poso pun belum ditanggapi dengan alasan masih diproses. Namun tanpa kepastian apakah bantuan itu akan turun atau tidak," tukasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Poso Fredrik Torunde mengatakan, pihaknya menyesalkan lambatnya mendapat informasi bahwa masih ada korban bom Tetena yang masih menyisakan sakit.

"Ternyata masih ada sisa yang belum dapat diangkat oleh tim medis, ada enam potongan besi 8, dan satu potongan paku. Paku empat inci yang masih ada di bagian pantat belakang. Ini menjadi tugas kita secara keseluruhan," tukasnya.

Bom Tentena 2005 adalah sebuah peristiwa ledakan bom, di Pasar Tentena pada 28 Mei 2005. Ledakan ini menewaskan sekira 20 orang dan melukai 50 orang lainnya.
(san)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
4 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
6 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
6 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
7 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
7 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
7 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved