Kali Laya luber, rumah di bantaran Ciliwung waspada
Jum'at, 17 Januari 2014 - 21:25 WIB
Kali Laya luber, rumah di bantaran Ciliwung waspada
A
A
A
Sindonews.com - Bendung Katulampa, Bogor, yang sempat berstatus Siaga I memaksa anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Satuan Petugas (Satgas) banjir bersiaga di area aliran Kali Laya, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok.
Anggota Tagana Depok Ari Triyatna mengatakan, air dari Bogor gelombang kedua tiba di Depok pukul 18.00-19.00 WIB malam. Padahal sebelumnya pukul 14.00 WIB sudah mengirimkan air dari Katulampa.
"Paket air kedua kiriman Katulampa pukul 16.00 WIB dari Bogor, tiba di Depok usai Maghrib tadi," papar Ari, di Kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok, Jumat (17/01/2014).
Paket kiriman kedua itu menyebabkan tinggi permukaan air di pemukiman bantaran Ciliwung, Jalan Juanda, Depok naik. Di saat bersamaan, aliran air Kali Laya yang tanggulnya sempat jebol ikut meluber.
"Air di bantaran Ciliwung mulai naik, warga waspada. Kali Laya juga luber ke rumah warga, kami empat regu standby di Kali Laya," tegasnya.
Sementara itu ketinggian air di pos pemantau sungai Ciliwung di Depok mencapai 310 centimeter. Artinya ketinggian Ciliwung di Depok berstatus Siaga II.
Anggota Tagana Depok Ari Triyatna mengatakan, air dari Bogor gelombang kedua tiba di Depok pukul 18.00-19.00 WIB malam. Padahal sebelumnya pukul 14.00 WIB sudah mengirimkan air dari Katulampa.
"Paket air kedua kiriman Katulampa pukul 16.00 WIB dari Bogor, tiba di Depok usai Maghrib tadi," papar Ari, di Kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok, Jumat (17/01/2014).
Paket kiriman kedua itu menyebabkan tinggi permukaan air di pemukiman bantaran Ciliwung, Jalan Juanda, Depok naik. Di saat bersamaan, aliran air Kali Laya yang tanggulnya sempat jebol ikut meluber.
"Air di bantaran Ciliwung mulai naik, warga waspada. Kali Laya juga luber ke rumah warga, kami empat regu standby di Kali Laya," tegasnya.
Sementara itu ketinggian air di pos pemantau sungai Ciliwung di Depok mencapai 310 centimeter. Artinya ketinggian Ciliwung di Depok berstatus Siaga II.
(rsa)