Banjir Manado telan 13 korban jiwa, 2 masih hilang
Kamis, 16 Januari 2014 - 10:41 WIB
Banjir Manado telan 13 korban jiwa, 2 masih hilang
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, jumlah korban banjir bandang di 6 kabupaten dan kota di Sulawesi Utara terus bertambah.
"Data sementara dampak keseluruhan, 13 orang tewas, 2 orang hilang, dan sekitar 40 ribu mengungsi," ujar Sutopo, dalam pesan BlackBerry Mesengger (BBM), Kamis (16/1/2014).
Ditambahkan dia, enam kabupaten dan kota yang masih terendam banjir meliputi Kota Manado, Minahasa Utara, Kota Tomohon, Minahasa, Minahasa Selatan, dan Kepulauan Sangihe.
"Di Kota Manado lima tewas, satu orang hanyut belum ditemukan (Veber Sony Lowing). Di Kota Tomohon lima orang tewas. Di Minahasa tiga orang tewas, satu orang hilang (Niko) dan satu orang luka berat," terangnya.
Dilanjutkan dia, di Kabupaten Minahasa Utara ada tiga desa dengan 1.000 jiwa terisolir akibat banjir dan longsor. Di Kepulauan Sangihe beberapa rumah bahkan tertimbun longsor. Diperkirakan sekitar 40 ribu warga mengungsi ke tempat yang aman.
"Kombinasi antara faktor alam dan antropogenik memicu terjadinya banjir bandang dan longsor yang masif di Sulawesi Utara," sambungnya.
"Data sementara dampak keseluruhan, 13 orang tewas, 2 orang hilang, dan sekitar 40 ribu mengungsi," ujar Sutopo, dalam pesan BlackBerry Mesengger (BBM), Kamis (16/1/2014).
Ditambahkan dia, enam kabupaten dan kota yang masih terendam banjir meliputi Kota Manado, Minahasa Utara, Kota Tomohon, Minahasa, Minahasa Selatan, dan Kepulauan Sangihe.
"Di Kota Manado lima tewas, satu orang hanyut belum ditemukan (Veber Sony Lowing). Di Kota Tomohon lima orang tewas. Di Minahasa tiga orang tewas, satu orang hilang (Niko) dan satu orang luka berat," terangnya.
Dilanjutkan dia, di Kabupaten Minahasa Utara ada tiga desa dengan 1.000 jiwa terisolir akibat banjir dan longsor. Di Kepulauan Sangihe beberapa rumah bahkan tertimbun longsor. Diperkirakan sekitar 40 ribu warga mengungsi ke tempat yang aman.
"Kombinasi antara faktor alam dan antropogenik memicu terjadinya banjir bandang dan longsor yang masif di Sulawesi Utara," sambungnya.
(san)