BPK Banten tolak beropini atas laporan PDAM Tangerang
Minggu, 12 Januari 2014 - 18:33 WIB
BPK Banten tolak beropini atas laporan PDAM Tangerang
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Banten menolak memberikan pendapat atau opini atas hasil laporan pemeriksaan PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang tahun 2012.
Hal itu dikatakan Plt Sekda Kota Tangerang Rachmansyah. Dia mengatakan, penilaian disclaimer terjadi selama dua tahun, 2011 dan 2013. Namun, 2012 tidak ada opini.
Selain itu, PDAM tercatat laba selama tiga tahun terakhir ini mengalami penurunan. Rachmansyah mengaku, terkait penurunan kinerja PDAM tersebut pihaknya akan segera mengundang Badan Pengawas serta Direktur Umum PDAM Tirta Benteng Toni Wismantoro untuk melakukan perbaikan.
"Tentu ini akan menjadi perhatian kami," ujarnya kepada wartawan, Minggu (12/1/2014).
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah yang mendapati kabar bahwa BPK menolak memberikan opini atas laporan PDAM, langsung membentuk tim evaluasi kinerja perusahaan daerah tersebut.
"Pemerintah Kota Tangerang tentu tidak ingin masalah ini terus berlarut-larut. Saat ini kami fokus dulu ke perbaikan PDAM," terangnya.
Arief meminta evaluasi tersebut dilakukan secara menyeluruh, sehingga dapat mewujudkan pemerintah yang transparan dan akuntabel. Sementara, Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin sebelumnya ketika mendengar kabar tersebut pada Jumat 10 Januari 2014 lalu, langsung melakukan sidak.
"Pemkot ingin memastikan perusahaan daerah selalu dalam kondisi sehat. Perbaikan dan berbenah diri akan selalu dilakukan ada atau tidak ada masalah seperti saat ini," terangnya.
Sachrudin mengatakan, Pemkot Tangerang akan lebih intens mengawasi PDAM dan akan selalu berkoordinasi dengan dewan pengawas PDAM. Sehingga kedepannya perusahaan daerah ini dapat beroperasi seperti sediakala. "Jangan sampai ada lagi disclaimer dan tanpa opini," katanya.
Hal itu dikatakan Plt Sekda Kota Tangerang Rachmansyah. Dia mengatakan, penilaian disclaimer terjadi selama dua tahun, 2011 dan 2013. Namun, 2012 tidak ada opini.
Selain itu, PDAM tercatat laba selama tiga tahun terakhir ini mengalami penurunan. Rachmansyah mengaku, terkait penurunan kinerja PDAM tersebut pihaknya akan segera mengundang Badan Pengawas serta Direktur Umum PDAM Tirta Benteng Toni Wismantoro untuk melakukan perbaikan.
"Tentu ini akan menjadi perhatian kami," ujarnya kepada wartawan, Minggu (12/1/2014).
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah yang mendapati kabar bahwa BPK menolak memberikan opini atas laporan PDAM, langsung membentuk tim evaluasi kinerja perusahaan daerah tersebut.
"Pemerintah Kota Tangerang tentu tidak ingin masalah ini terus berlarut-larut. Saat ini kami fokus dulu ke perbaikan PDAM," terangnya.
Arief meminta evaluasi tersebut dilakukan secara menyeluruh, sehingga dapat mewujudkan pemerintah yang transparan dan akuntabel. Sementara, Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin sebelumnya ketika mendengar kabar tersebut pada Jumat 10 Januari 2014 lalu, langsung melakukan sidak.
"Pemkot ingin memastikan perusahaan daerah selalu dalam kondisi sehat. Perbaikan dan berbenah diri akan selalu dilakukan ada atau tidak ada masalah seperti saat ini," terangnya.
Sachrudin mengatakan, Pemkot Tangerang akan lebih intens mengawasi PDAM dan akan selalu berkoordinasi dengan dewan pengawas PDAM. Sehingga kedepannya perusahaan daerah ini dapat beroperasi seperti sediakala. "Jangan sampai ada lagi disclaimer dan tanpa opini," katanya.
(kri)