Bayi tewas, sepasang pelajar ditangkap

Rabu, 08 Januari 2014 - 21:58 WIB
Bayi tewas, sepasang...
Bayi tewas, sepasang pelajar ditangkap
A A A
Sindonews.com - Sepasang pelajar berinisial ZN (17 dan NV (17), diamankan pihak Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bogor.

Pasalnya, sepasang pelajar kelas 3 SMK di Kabupaten Bogor ini membuat buah hati dari hubungan gelapnya meninggal dunia saat dibawa ke Pusat Kesehatan masyarakat (Puskesmas) setempat.

Informasi diperoleh menyebutkan, sepasang kekasih asal Puncak, Megamendung, Kabupaten Bogor, itu berdalih dengan alasan malu jika bayi hasil hubungan gelapnya diketahui orang lain. Oleh karena itu ZN memasukkan bayi laki-laki yang baru dilahirkan NV, ke dalam tas saat hendak dibawa ke Puskesmas.

Akibatnya, bayi yang belum sempat diberi nama tersebut meninggal karena kehabisan napas.

"Berdasarkan keterangan tersangka, bayinya lahir di kamar mandi. Setelah lahir, bayi itu kemudian dimasukan ke dalam tas oleh ZN (ayah bayi). Tapi bayi itu meninggal sebelum sampai ke Puskesmas," kata Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Didik Purwanto di Bogor, Rabu (8/1/2014).

Lebih lanjut, Didik mengatakan, ZN sudah diamankan di Polres Bogor dan saat ini masih menjalani pemeriksaan. Menurutnya, siswa kelas 3 SMK ini akan dijerat undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, juncto pasal 338 KUHP Tentang pembunuhan dengan hukuman selama 15 tahun penjara.

"Sementara NV, ibu dari bayi malang tersebut belum bisa dimintai keterangan karena masih kritis dan menjalani perawatan medis di RSUD Ciawi," katanya.

Berdasarkan keterangan ZN, sebelum janin tersebut membesar, kedua tersangka sempat sepakat menggugurkan bayi yang masih dalam kandungannya itu dengan cara minum jamu.

"Cowoknya enggak siap, kemudian ceweknya dipaksa untuk menggugurkan kandungannya dengan meminum jamu. Tapi ternyata tidak bisa, dan kandungannya semakin membesar," terang Didik.

Sementara itu, Kapolsek Megamendung AKP Asikin mengatakan, pihaknya mengetahui peristiwa tersebut setelah mendapat kabar dari pihak Puskesmas.

"Saya dapat kabar dari pihak puskesmas terkait kasus itu. Kemudian anggota kita datang dan mengamankan ayah bayi. Ayah bayi langsung kita bawa ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Bogor," katanya.

Asikin mengatakan, hingga kini pihaknya masih melakukan pengembangan terkait kasus dugaan pembunuhan yang dilakukan oleh ZN terhadap anak kandungnya sendiri.

"Pelaku masih kita tahan dan masih kita dalami keterangannya. Motifnya sementara karena tidak mau hasil hubungan gelapnya diketahui orang lain," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan...
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan Perempuan yang Jasadnya Dibungkus Plastik di Sukoharjo
Ini Fakta-fakta Pembunuhan...
Ini Fakta-fakta Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB
Pembunuh Pengusaha Emas...
Pembunuh Pengusaha Emas di Papua Ternyata WNA Afghanistan, Pelaku Selingkuhan Istri Korban
1 Buron Kasus Vina Cirebon...
1 Buron Kasus Vina Cirebon Berhasil Diringkus Polda Jabar
Ditahan Imbang Polandia,...
Ditahan Imbang Polandia, Prancis Gagal Juara Grup
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap Kasus Pembunuhan Advokat di Cilacap, Kakak Beradik Ditangkap
Berita Terkini
UP Bentuk LPIP untuk...
UP Bentuk LPIP untuk Kawal Implementasi Nilai Pancasila di Kampus
16 menit yang lalu
Buntut Pengunjung Masuk...
Buntut Pengunjung Masuk Kandang Gajah, Ragunan Perketat Pengawasan
2 jam yang lalu
Nahdliyin Muda Batang:...
Nahdliyin Muda Batang: Siapa pun Ketum PBNU Harus Bisa Memperkuat Posisi NU
6 jam yang lalu
5 Fakta Bom Perang Dunia...
5 Fakta Bom Perang Dunia II Meledak di Biak Numfor, Nomor 3 Memilukan
6 jam yang lalu
Kemenpar Apresiasi BPJPH...
Kemenpar Apresiasi BPJPH atas Kolaborasi Sertifikasi Halal 31.548 UMK Desa Wisata
7 jam yang lalu
4 Kombes Pol Digeser...
4 Kombes Pol Digeser Kapolri ke Dirreskrimum Polda pada Mutasi 7 Mei 2026
9 jam yang lalu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved