Puluhan warga Kendal tolak JKN

Rabu, 08 Januari 2014 - 19:15 WIB
Puluhan warga Kendal...
Puluhan warga Kendal tolak JKN
A A A
Sindonews.com – Puluhan warga yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Kendal (JMK) melakukan unjuk rasa menolak program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Mereka menilai JKN melanggar Undang-Undang Dasar 1945.

Massa berjumlah puluhan orang mulai berkumpul sekitar pukul 10.00 WIB di depan Pasar Pagi Kaliwungu, Kendal. Mereka membawa spanduk besar yang berisi penolakan program JKN. Selain itu, di antaranya mereka mengibarkan bendera merah putih dengan berbagai ukuran.

Mereka kemudian melakukan orasi secara bergantian, dan dilanjutkan berjalan menuju alun-alun Kaliwungu yang berjarak sekitar satu kilometer dari pasar. Mereka kembali berorasi di hadapan para kusir dan tukang becak yang berada di sekitar lokasi.

Koordinator Aksi, Ahmad Misrin mengatakan, program JKN sangat tidak berpihak pada masyarakat miskin. Padahal, mereka sudah semestinya mempunyai hak untuk mendapatkan jaminan kesehatan.

“Kalau sistemnya harus membayar iuran per bulan yang besarnya ditentukan ini jelas memberatkan masyarakat miskin. Ini program telah melanggar UUD 45, yang seharusnya kesehatan masyarakat miskin ditanggung negara. Kalau JKN, untuk kelas I mereka harus membayar Rp49 ribu, kelas II Rp35 ribu, dan kelasIII sebesar Rp25 ribu,” katanya, Rabu (8/1/2014).

Secara tegas, Misrin menambahkan bahwa program JKN hanya berlaku untuk orang kaya. Sebab, mereka yang pasti akan mampu membayar iuran tiap bulan tersebut. Sementara, masyarakat miskin akan merasa bertambah bebannya.

“Sudah harus berkelas-kelas. Kalau miskin selamanya akan mendapat pelayanan yang tidak layak. Kalau mau yang layak dari mana mereka mampu membayar uang bulanan itu,” ucapnya.

Seharusnya, pemerintah membuat program yang berpihak pada masyarakat kecil. Menurutnya, Peraturan Presiden No. 12 tahun 2013, harus dihilangkan karena memberatkan rakyat miskin.

“Pemerintah harus menjamin kesehatan warganya, bukan malah membebani,” imbuhnya.

Sugeng, salah satu peserta aksi mengaku JKN tidak seusai dengan kebutuhan masyarakat miskin. Dia berharap, supaya masyarakat miskin bisa ditanggung negara dan tidak harus membayar iuran. Pihaknya juga menuntut agar Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM ) tetap bisa digunakan.

"Masyarakat miskin jadi tanggungan negara. Kalau mereka sakit dan mau berobat pakai SKTM saja. Jagan lepas tangan, kami juga punya hak. Program JKN juga mirip dengan asuransi," tandasnya.
(lns)
Berita Terkait
Beri Kemudahan Layanan...
Beri Kemudahan Layanan Kesehatan, APL Punya Fasilitas Baru dengan Teknologi Mutakhir
Cegah dan Tekan Risiko...
Cegah dan Tekan Risiko Infeksi Nosokomial yang Menular Lewat Udara di Fasilitas Kesehatan
Pertemuan Ilmiah LAFKI...
Pertemuan Ilmiah LAFKI Sukses di Jakarta, Berlanjut Digelar di Medan
Hadir Sejak 2017, Klinik...
Hadir Sejak 2017, Klinik Asiki Bantu Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak di Asiki, Papua
Infrastruktur Kesehatan...
Infrastruktur Kesehatan di Indonesia Harus Dibenahi Total
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Berita Terkini
Tangis Pecah di Indramayu,...
Tangis Pecah di Indramayu, 12 Korban Kecelakaan Maut Pantura Dimakamkan, 6 Kritis Dirawat
30 menit yang lalu
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
11 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
11 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
12 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
17 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
18 jam yang lalu
Infografis
Membangkang, Panglima...
Membangkang, Panglima Israel Tolak Perintah Serang Gaza Besar-besaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved