Petugas minim, lapas/rutan rawan gangguan

Selasa, 07 Januari 2014 - 18:35 WIB
Petugas minim, lapas/rutan...
Petugas minim, lapas/rutan rawan gangguan
A A A
Sindonews.com – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Tengah kekurangan pegawai, terutama untuk petugas pemasyarakatan.

Sedangkan jumlah narapidana ataupun tahanan di Jawa Tengah sudah tak sebanding dengan jumlah petugas yang ada.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Rinto Hakim, mengatakan pada 2014 ini ada sekira 200 pegawai Kemenkumham Jateng yang pensiun.

“Itu jumlahnya cukup banyak. Dengan jumlah belum dikurangi yang pensiun nanti, kami masih belum mencukupi, terutama di pemasyarakatan dan imigrasi. Sekarang jumlah narapidana ataupun tahanan di Jawa Tengah ada sekitar 11ribu orang,” kata Rianto usai bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Selasa (7/1/2014).

Rinto berharap, dengan keadaan ini ada penambahan pegawai. Selain itu, beberapa sarana dan prasarana di lapas juga sudah tak memadai.

“Ada pula sarana dan prasarana lain yang perlu diperbarui. Untuk pegawai, kemungkinan di tahun ini ada penambahan. Tahun lalu (2013), tidak ada,” lanjutnya.

Terkait hunian narapidana atau tahanan per UPT di Kanwil Kemenkumham Jateng, memang sebagian besar terjadi over kapasitas. Jumlah UPT di Jawa Tengah diketahui ada 44 lapas/rutan.

Berdasar data Sistem Database Pemasyarakatan yang dipantau secara online, terdapat 21 lapas/rutan masih mampu menampung. Sisanya, 23 mengalami over kapasitas.

Lapas yang over kapasitas antara lain Klas I Semarang dengan kapasitas 530 dihuni 1.111 tahanan dan narapidana. Lapas Klas II A Wanita Semarang kapasitas 219 dihuni 248 tahanan dan narapidana. Lapas Klas IIA Magelang, kapasitas 368 dihuni 563 tahanan dan narapidana.

Di Nusakambangan pun tak jauh berbeda. Lapas Klas II A Besi Nusakambangan kapasitas 215 dihuni 246. Lapas Klas IIA Pasir Putih Nusakambangan kapasitas 336 dihuni 351. Lapas Klas IIA Permisan, kapasitas 221 dihuni 225.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Hermawan Yunianto mendorong anak buahnya untuk terus semangat bekerja meskipun dengan kondisi keterbatasan jumlah.

“Memang over kapasitas hampir terjadi di semua lapas/rutan di Jateng. Petugas kami pun terbatas,” tambahnya.

Hermawan menyebut, persoalan masuknya aneka benda terlarang, semisal senjata tajam hingga narkoba ke dalam Lapas tak lepas dari kemungkinan kelalaian petugas saat melakuan pemeriksaan pengunjung.

“Karena jumlahnya (yang diperiksa) sangat banyak itu. Tapi kalau memang ada petugas kami yang terlibat (pelanggaran), dan terbukti bersalah, tentu kami tindak tegas. Bahkan kami dorong ke proses hukumnya,” tandasnya.
(lns)
Berita Terkait
Berikut Lima Kasus Kebakaran...
Berikut Lima Kasus Kebakaran Hebat Lapas di Indonesia
Lapas Tangerang Kebakaran,...
Lapas Tangerang Kebakaran, Puluhan Napi Tewas Terbakar
Lapas Brebes Over Kapasitas
Lapas Brebes Over Kapasitas
Puluhan Polisi Jaga...
Puluhan Polisi Jaga Ketat TKP Kebakaran Lapas Tangerang
Antisipasi Peredaran...
Antisipasi Peredaran Narkoba dan Sajam, Petugas Gabungan Geledah Kamar Warga Binaan di Lapas Ciamis
Diduga Terjadi Tindak...
Diduga Terjadi Tindak Pidana pada Kebakaran Lapas Tangerang, Polisi Periksa 20 Orang
Berita Terkini
Blusukan, Jokowi Terima...
Blusukan, Jokowi Terima Gelar Adat Tertinggi dari 5 Kerajaan Adat Lampung
36 menit yang lalu
Licin! Markas Judi Online...
Licin! Markas Judi Online di Hayam Wuruk Kelola 145 Website untuk Hindari Pemblokiran
56 menit yang lalu
Sambut HUT Jakarta,...
Sambut HUT Jakarta, Ratusan Sispala Ikuti Lomba Dayung di BKT Jaktim
1 jam yang lalu
MNC University Bersama...
MNC University Bersama MNC Peduli Salurkan 2 Ton Beras untuk Warga Kelurahan Kebon Sirih
2 jam yang lalu
Gelar Nikah Massal,...
Gelar Nikah Massal, PGN Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan
2 jam yang lalu
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
16 jam yang lalu
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved