Tak mau kecolongan lagi, Tangsel perketat pendatang
Jum'at, 03 Januari 2014 - 00:44 WIB
Tak mau kecolongan lagi, Tangsel perketat pendatang
A
A
A
Sindonews.com - Tidak mau kecolongan lagi dengan aksi terorisme di wilayahnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) perketat warga pendatangnya. Rencananya tiap tiga bulan sekali Operasi Bina Kependudukan akan rutin digelar.
"Terutama pada wilayah yang memang kami anggap rawan. Seperti di daerah perbatasan Kota Tangsel dengan Jakarta dan juga Depok," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangsel, Toto Sudarto, Kamis 2 Januari 2014.
Lebih lanjut dia mengatakan, operasi bina kependudukan akan lebih intens di Kecamatan Pamulang, Ciputat, Pondok Aren, serta Ciputat Timur. Kemudian baru merata keempat kecamatan lainnya, Kecamatan Serpong, Serpong Utara, serta Setu.
Sehingga, siapapun warga pendatangnya tanpa tebang pilih, pasti akan dibina dan diperiksa kembali kepemilikan kartu tanda penduduk (KTP) nya.
"Merata kesetiap kawasan yang banyak warga pendatangnya. Kami lakukan setiap tiga bulan sekali," ungkapnya.
Upaya ini dilakukan setelah beberapa kali Densus 88 melakukan penggerebekan terhadap wilayah yang ternyata dijadikan hunian oleh teroris.
"Terutama pada wilayah yang memang kami anggap rawan. Seperti di daerah perbatasan Kota Tangsel dengan Jakarta dan juga Depok," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangsel, Toto Sudarto, Kamis 2 Januari 2014.
Lebih lanjut dia mengatakan, operasi bina kependudukan akan lebih intens di Kecamatan Pamulang, Ciputat, Pondok Aren, serta Ciputat Timur. Kemudian baru merata keempat kecamatan lainnya, Kecamatan Serpong, Serpong Utara, serta Setu.
Sehingga, siapapun warga pendatangnya tanpa tebang pilih, pasti akan dibina dan diperiksa kembali kepemilikan kartu tanda penduduk (KTP) nya.
"Merata kesetiap kawasan yang banyak warga pendatangnya. Kami lakukan setiap tiga bulan sekali," ungkapnya.
Upaya ini dilakukan setelah beberapa kali Densus 88 melakukan penggerebekan terhadap wilayah yang ternyata dijadikan hunian oleh teroris.
(mhd)