Antara asusila & arogansi Bupati Ngada

Kamis, 02 Januari 2014 - 07:01 WIB
Antara asusila & arogansi...
Antara asusila & arogansi Bupati Ngada
A A A
Sindonews.com - Nama Bupati Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) Marianus Sae belakangan ini mewarnai pemberitaan media massa baik cetak, online maupun elektronik.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini mendadak populer karena ulahnya yang memerintah Satpol PP untuk memblokir Bandara Turelelo Soa lantaran tak kebagian tiket Merpati untuk perjalanan dinasnya.

Pemblokiran itu dilakukan dengan sadar, bahkan telah disampaikan kepada Iksan selaku Kepala Bandara Turelelo Soa sehari sebelum memerintahkan Satpol PP turun.

Marianus Sae pun kini telah ditetapkan sebagai tersangka, setelah sebelumnya 15 anggota Satpol PP lebih dulu diperiksa dan juga ditetapkan tersangka oleh kepolisian setempat.

Kapolda NTT Brigjen Pol I Ketut Untung Yoga Ana mengatakan, akan segera memanggil Bupati Ngada untuk diperiksa. "Dalam waktu dekat, kami akan panggil, akan diperiksa," jelas jenderal polisi bintang satu ini, Kamis (2/1/2014).

Bupati Ngada ditetapkan sebagai tersangka setelah pihaknya memeriksa 15 anggota Satpol PP dan pihak bandara. Anggota Satpol PP itu sendiri statusnya juga telah tersangka.

Jika terbukti bersalah, maka orang nomor satu di Ngada ini terancam jeratan Pasal 421 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

"Seorang pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan memaksa seseorang untuk melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan," tukasnya.

Sebelumnya, Bupati Ngada ini juga tersandung kasus asusila. Sebelum aksi blokir bandara mencuat, Bupati Ngada lebih dulu mendapat desakan dari sekelompok masyarakat adanya tindakan asusila yang dilakukannya.

Pria gempal ini dikabarkan menghamili mantan pembantunya Maria Natalia Sisilia dan melahirkan seorang anak laki-laki bernama Paulus Reynaldi Sae.

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Ketua Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Jakarta Petrus Salestinus mengatakan, perempuan yang disebut-sebut telah dihamili Marianus berasal dari Maumere.

"Dari Maumere, sedangkan hasil hubungan itu berumur satu tahun , tujuh bulan," ujarnya.

Untuk sementara ini, sang anak dalam perlindungan Susteran di Maumere. Kabar skandal itu sendiri merebak setelah Maria membeberkan sendiri hubungannya dengan Marianus Sae.

Bahkan Oktober lalu, sekelompok massa menamakan diri Forum Peduli Penegak Moralitas Bangsa (FPPMB) menggelar aksi unjuk rasa mendesak Marianus mundur dari jabatan karena telah melakukan tindakan asusila.
(lns)
Berita Terkait
Cermati, Perubahan Prilaku...
Cermati, Perubahan Prilaku Konsumen hingga PascaPandemi
Pramuka Diharapkan Jadi...
Pramuka Diharapkan Jadi Contoh Perubahan Prilaku
Prilaku Protokol Kesehatan...
Prilaku Protokol Kesehatan Jadi Kebutuhan Masyarakat
Bangkitnya Destinasi...
Bangkitnya Destinasi Wisata Lokal
Banking Consumer Megashifts
Banking Consumer Megashifts
Begini Cara Bobby Nasution...
Begini Cara Bobby Nasution Hilangkan Prilaku KKN di Pemko Medan
Berita Terkini
Polda Metro Jaya Masih...
Polda Metro Jaya Masih Periksa Kasat Narkoba Polres Tangsel dan 5 Anggotanya
6 jam yang lalu
Perkuat Ketahanan Bencana,...
Perkuat Ketahanan Bencana, Pertagas OEJA Gelar Kencana Si Udin di Gresik
11 jam yang lalu
Kemenkes Gelar Investigasi...
Kemenkes Gelar Investigasi Kematian Tragis Dokter Internship di Apartemen Kalibata
12 jam yang lalu
Polisi Dalami Motif...
Polisi Dalami Motif Dokter Muda Loncat dari Lantai 18 Apartemen Kalibata
12 jam yang lalu
Polisi Pastikan Aktivitas...
Polisi Pastikan Aktivitas Masyarakat Normal Buntut Bentrok di Menteng: TNI-Polri Tetap Siaga
14 jam yang lalu
Polisi Tetapkan 7 Tersangka...
Polisi Tetapkan 7 Tersangka Bentrokan Berdarah di Jalan Tambak Menteng
15 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved