Januari, diprediksi puncak serangan DBD

Kamis, 02 Januari 2014 - 00:01 WIB
Januari, diprediksi...
Januari, diprediksi puncak serangan DBD
A A A
Sindonews.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah memprediksi puncak serangan Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi pada akhir tahun 2013 hingga awal 2014.

Kenaikan kasus telah terdeteksi dengan banyaknya jumlah pasien hingga Oktober 2013.

“Sampai Oktober 2013, jumlah kasus DBD mencapai 226 kejadian. Ini jauh lebih banyak dibanding pada 2012 lalu yang hanya 52 kasus. Gerakan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) makin digencarkan karena puncaknya diprediksi pada Desember hingga Januari,” kata Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Magelang, Darsiwan, Rabu (1/1/2014).

Musim penghujan merupakan pemicu perkembangan jentik nyamuk yang membawa bibit penyakit tersebut. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di masyarakat perlu digencarkan lagi guna memutus daur hidupnya.

Darsiwan mengatakan, tidak ada pasien meninggal dunia terserang DBD sepanjang dua tahun terakhir. Pantauan petugas diprioritaskan di wilayah 10 kecamatan langganan kasus DBD.

“Pada tahun ini kenaikannya luar biasa. Dominan di 10 kecamatan, yaitu Borobudur, Salam, Dukun, Muntilan, Mungkid, Mertoyudan, Bandongan, Tegalrejo, Secang, dan Kecamatan Salaman,” terang dia.

Pola hidup masyarakat urban di wilayah 10 kecamatan itu juga menjadi pemicu pesatnya daur hidup nyamuk.

Lebih lanjut dia menyayangkan langkah pemberantasan jentik melalui penaburan bubuk abate gagal terealisasi pada 2013. Alasannya, panitia pengadaan barang luput memasang harga pembelian abate yang ternyata lebih mahal dari nilai yang tertera.

“Kesalahan ini tidak akan terulang pada 2014. Penggunaan abate di tahun ini pasti terealisasi, karena memang sudah banyak yang meminta,” terang dia.

Selain penaburan bubuk abate, pengasapan juga diagendakan untuk ditambah 10 persen dari kegiatan tahun lalu sebanyak 70 kali. Darsiwan mengatakan, langkah pencegahan DBD paling efektif dengan memberdayakan masyarakat setempat, misalnya gerakan PSN dan 3M (menutup, menguras dan mengubur).
Selain DBD, Dinkes juga mencatat serangan cikungunya di wilayah urban. Sebanyak sembilan warga Dusun Seneng, Kecamatan Mertoyudan dilaporkan menderita penyakit itu pada Desember 2013.

“Sekarang sudah tertangani dengan baik,” jelasnya.
(lns)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
31 menit yang lalu
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
31 menit yang lalu
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
1 jam yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
4 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
6 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
7 jam yang lalu
Infografis
10 Alasan Dunia Cenderung...
10 Alasan Dunia Cenderung Senang Lihat Serangan Iran ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved