Banjir di Jawa Timur telan 2 korban jiwa

Kamis, 19 Desember 2013 - 14:05 WIB
Banjir di Jawa Timur...
Banjir di Jawa Timur telan 2 korban jiwa
A A A
Sindonews.com - Banjir di Jawa Timur kembali menelan korban. Hingga kini, sudah ada dua orang meninggal akibat banjir tersebut.

"Korban tewas akibat banjir ada dua di Gresik. Kalau di Bojonegoro tidak ada," kata Kepala Badan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur Sudarmawan, kepada wartawan, Kamis (19/12/2013).

Korban pertama, adalah seorang pekerja yang tewas terseret banjir sepulang dari kerja, dan satunya lagi adalah seorang pria berusi 70 tahun.

Dia memprediksi, banjir kali ini masih belum pada puncaknya. Puncak banjir akan terjadi pada pertengah bulan Desember hingga Januari. Pada waktu itu, curah hujan tinggi hingga banjir juga tinggi.

"Biasanya pada bulan Purnama itu banjirnya tinggi. Perkiraannya, puncak banjir akan terjadi pada pertengah Desember hingga bulan Januari 2013. Sama seperti tahun lalu," katanya.

Untuk banjir tahun ini, pihak BPBD Jawa Timur menyediakan anggaran sebesar Rp3,5 miliar. Saat ini, anggaran tersebut telah terserap dari banjir yang terjadi pada Januari 2013 hingga Desember ini. Sejumlah upaya di antaranya, penyediaan kebutuhan logistik warga, dan bahan banjiran berupa kantong (glangsing) untuk membuat tanggul.

Tanggul-tanggul tersebut, dipasang agar banjir tidak semakin meluber. Tak hanya itu, pihak BPBD Jatim juga bekerjasama dengan sejumlah steakholder di Provinsi Jawa Timur, untuk penyediaan pompa air.

Setidaknya, hingga saat ini BPBD Jatim telah mengeluarkan 70 ribu glansing untuk sejumlah wilayah banjir di Gresik, Bojonegoro, Lamongan, dan Surabaya.

"Pada bulan ini kebutuhan glangsing sudah menelan dana Rp70 juta dan untuk kebutuhan logistik berupa makanan siap saji sebesar Rp300 juta," jelas Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangkalan ini.

Kemudian, untuk memenuhi kebutuhan logistik warga korban banjir, BPBD Jatim melakukan upaya penggalangan bantuan dari sejumlah perusahaan milik pemerintah. Salah satunya adalah dari Perusahaan Gas Negara (PGN).

Dari PGN itu, didapatkan bantuan 5.000 paket sembako untuk korban banjir. Meski demikian, Darmawan tidak menyebut berapa jumlah kerugian akibat banjir di akhir tahun ini.
(san)
Berita Terkait
Presiden AS Joe Biden:...
Presiden AS Joe Biden: Jakarta Tenggelam 10 Tahun Mendatang
Hal yang Dilakukan Ketika...
Hal yang Dilakukan Ketika Terjadi Bencana Banjir Bandang
Sejumlah Wilayah di...
Sejumlah Wilayah di Bekasi Masih Tergenang Banjir
Simak! Ini 10 Langkah...
Simak! Ini 10 Langkah Penyelamatan Diri dari Bencana Banjir
Daftar Beberapa Ruas...
Daftar Beberapa Ruas Tol yang Tergenang Menurut Jasa Marga
Jakarta Diancam Banjir,...
Jakarta Diancam Banjir, Tiga Hal Ini Perlu Diantisipasi
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur DKI Apresiasi Astra Pelopori Naik Transum
6 menit yang lalu
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
52 menit yang lalu
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
1 jam yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
1 jam yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
1 jam yang lalu
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
2 jam yang lalu
Infografis
26 Perwira Dimutasi...
26 Perwira Dimutasi Jadi Kapolres di Pulau Jawa pada Mutasi Juni 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved