Kurangi kemacetan, 'Kalau baik akan dipatenkan'
Kamis, 19 Desember 2013 - 13:38 WIB
Kurangi kemacetan, 'Kalau baik akan dipatenkan'
A
A
A
Sindonews.com - Ujicoba penutupan empat pintu tol dalam kota (dalkot) yang terdiri dari tiga pintu keluar dan satu pintu masuk dinilai berhasil mengatasi kemacetan di jalan reguler.
Wakil Direktur Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya AKBP Sambodo mengatakan, hasil ujicoba yang dilakukan selama lima hari sejak Senin 16 Desember sampai Jumat 20 Desember 2013 dinilai berhasil menekan kemacetan di jalur reguler. Namun, untuk memastikan apakah akan dipatenkan atau justru ditiadakan maka akan dilakukan evaluasi.
"Nanti akan ada evaluasi pada pekan depan, kalau memang baik maka akan dipatenkan kalau tidak akan dicari solusi lainnya," katanya di Jakarta, Kamis (19/12/2013).
Menurut Sambodo, sampai saat ini dari hasil pemantauan untuk penutupan yang dilakukan pada pagi hari yaitu untuk pintu keluar tol mulai dari gerbang keluar Darmais, Bukopin dan Tegal Parang cukup berhasil menekan angka kemacetan. "Kalau dilihat untuk jalan reguler memang kemacetan berkurang," tuturnya.
Sehingga, bila memang dinyatakan berhasil mengurangi kemacetan maka bisa saja dilanjutkan kelangkah selanjutnya.
Namun, pihaknya tentu masih menunggu pematenan regulasi penutupan gerbang tol tersebut. "Kalau yang membuat rambu kan ada instansi lain, kami hanya mengamankan dan menjalankan peraturan," tegasnya.
Rencananya, pekan depan pihaknya bersama stake holder lainnya akan langsung melakukan pembahasan dan mengambil keputusan.
Di hari keempat kemarin, pantauan di lapangan penutupan pintu keluar tol di Tegal Parang, Rumah Sakit Dharmais dan dekat Bukopin pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB lebih lancar dari hari sebelumnya.
Ini karena para pengguna kendaraan telah mengetahui adanya uji coba itu. Kepala Humas Jasa Marga Pusat, Wasta Gunadi menuturkan, kemacetan yang terjadi juga sudah terurai mengingat masyarakat sudah mulai mengetahui adanya penutupan.
Dia menegaskan, di pintu keluar Tol Slipi RS Dharmais sebelum ditutup, kemacetan terjadi mulai dari depan rumah sakit hingga ke arah Grogol. Namun setelah uji coba penutupan itu dilakukan, kemacetan justru hanya terjadi di dekat RS Dharmais saja.
Wasta menambahkan, bila uji coba ini memang dapat mengurai kemacetan, kemungkinan besar pihaknya akan mengusulkan agar uji coba penutupan pintu tol ini dilanjutkan. Pihaknya memastikan untuk melakukan sosialisai bagi pengguna jalan yang belum mengetahui mengenai kegiatan ini di pintu gerbang tol.
Saat ini, guna mengatasi kemacetan di jalur Pancoran, Gatot Subroto dan Slipi pada jam sibuk. Pada pagi hari, pintu Tol Polda atau Komdak satu-satunya pintu keluar tol yang akan dibuka.
Penutupan pada pagi hari dimulai dari pukul 08.00-10.00 WIB. Sedangkan untuk Semanggi 1, rencananya akan dilakukan penutupan selama empat jam pada sore hingga malam hari, yakni pukul 16.00-20.00 WIB.
Wakil Direktur Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya AKBP Sambodo mengatakan, hasil ujicoba yang dilakukan selama lima hari sejak Senin 16 Desember sampai Jumat 20 Desember 2013 dinilai berhasil menekan kemacetan di jalur reguler. Namun, untuk memastikan apakah akan dipatenkan atau justru ditiadakan maka akan dilakukan evaluasi.
"Nanti akan ada evaluasi pada pekan depan, kalau memang baik maka akan dipatenkan kalau tidak akan dicari solusi lainnya," katanya di Jakarta, Kamis (19/12/2013).
Menurut Sambodo, sampai saat ini dari hasil pemantauan untuk penutupan yang dilakukan pada pagi hari yaitu untuk pintu keluar tol mulai dari gerbang keluar Darmais, Bukopin dan Tegal Parang cukup berhasil menekan angka kemacetan. "Kalau dilihat untuk jalan reguler memang kemacetan berkurang," tuturnya.
Sehingga, bila memang dinyatakan berhasil mengurangi kemacetan maka bisa saja dilanjutkan kelangkah selanjutnya.
Namun, pihaknya tentu masih menunggu pematenan regulasi penutupan gerbang tol tersebut. "Kalau yang membuat rambu kan ada instansi lain, kami hanya mengamankan dan menjalankan peraturan," tegasnya.
Rencananya, pekan depan pihaknya bersama stake holder lainnya akan langsung melakukan pembahasan dan mengambil keputusan.
Di hari keempat kemarin, pantauan di lapangan penutupan pintu keluar tol di Tegal Parang, Rumah Sakit Dharmais dan dekat Bukopin pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB lebih lancar dari hari sebelumnya.
Ini karena para pengguna kendaraan telah mengetahui adanya uji coba itu. Kepala Humas Jasa Marga Pusat, Wasta Gunadi menuturkan, kemacetan yang terjadi juga sudah terurai mengingat masyarakat sudah mulai mengetahui adanya penutupan.
Dia menegaskan, di pintu keluar Tol Slipi RS Dharmais sebelum ditutup, kemacetan terjadi mulai dari depan rumah sakit hingga ke arah Grogol. Namun setelah uji coba penutupan itu dilakukan, kemacetan justru hanya terjadi di dekat RS Dharmais saja.
Wasta menambahkan, bila uji coba ini memang dapat mengurai kemacetan, kemungkinan besar pihaknya akan mengusulkan agar uji coba penutupan pintu tol ini dilanjutkan. Pihaknya memastikan untuk melakukan sosialisai bagi pengguna jalan yang belum mengetahui mengenai kegiatan ini di pintu gerbang tol.
Saat ini, guna mengatasi kemacetan di jalur Pancoran, Gatot Subroto dan Slipi pada jam sibuk. Pada pagi hari, pintu Tol Polda atau Komdak satu-satunya pintu keluar tol yang akan dibuka.
Penutupan pada pagi hari dimulai dari pukul 08.00-10.00 WIB. Sedangkan untuk Semanggi 1, rencananya akan dilakukan penutupan selama empat jam pada sore hingga malam hari, yakni pukul 16.00-20.00 WIB.
(mhd)