Kematian Fikri, Rektor ITN harus ikut bertanggung jawab

Kamis, 19 Desember 2013 - 08:06 WIB
Kematian Fikri, Rektor...
Kematian Fikri, Rektor ITN harus ikut bertanggung jawab
A A A
Sindonews.com - Rektor Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, disebut menjadi salah satu pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kematian mahasiswanya, Fikri Dolasmantya Surya, dalam ospek maut 9-12 Oktober 2013 lalu.

Pasalnya, pihak rektor dianggap mengetahui apa saja kegiatan yang berlangsung di kawasan Pantai Goa Cina, Sumbermanjing Wetan, Malang, Jawa Timur (Jatim) itu.

"Sudah pasti, mereka kan pasti mengetahui proposal kegiatan ospek sebelum dilakukan. Nah jika mereka sudah mengetahui mengapa tidak diberikan arahan, termasuk poin-poin yang dianggap di luar kewajaran," jelas Pengamat Pendidikan, Arief Rahman, kepada SINDOnews, Kamis (19/12/2013).

Dalam kacamatanya, kegiatan ospek itu diharuskan adakannya pengawasan baik dosen, pihak rektor, maupun utusan dari kampus. Jika tidak, lanjutnya, kegiatan itu sudah menyalahi aturan dan di luar dari esensi sebuah ospek.

Tidak hanya rektor, dosen atau pihak kampus, orang tua juga disebutkannya punya kewenangan untuk melakukan pengawasan terhadap anaknya di dalam kegiatan ospek.

"Dalam kasus ITN rektor atau pihak kampus tentu bertanggung jawab dalam kasus kematian Fikri, meskipun perannya tidak sebesar pelaku penganiayaan. Mereka sudah jelas-jelas salah kok," tuturnya.

Berdasarkan data, Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Jawa Timur, mencatat jika kasus kekerasan di ITN ternyata memang sudah berulangkali terjadi.

Koordinator KontraS Jawa Timur, Andy Irfan, mengatakan, timnya telah memintai keterangan belasan saksi dari para pihak yang mengetahui kejadian saat kegiatan Kemah Bakti Desa di kawasan Pantai Goa Cina di Dusun Rowotrate, Desa Sitiarjo, Sumbermanjing Wetan, Malang.

Dari keterangan belasan saksi yang ditemui KontraS, kata Andy, sejumlah senior mahasiswa non panitia juga melakukan kekerasan.

"Kegiatan itu seperti program semi militer tapi tak terencana dan tak memiliki standar operasional prosedur yang jelas," kata Andy saat dihubungi.

Baca juga: Ini bentuk kekejaman ospek di ITN Malang
(rsa)
Berita Terkait
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan oleh Anak DPR RI Terhadap DSA
Nikita Mirzani Jalani...
Nikita Mirzani Jalani Sidang Tuntutan Kasus Penganiayaan Terhadap Mantan Suaminya
Bak Ayam Sakit, Ini...
Bak Ayam Sakit, Ini Tampang Pelaku Pemukulan Anak Politisi PDIP Indah Kurnia Usai Menyerahkan Diri
Penangkapan Tersangka...
Penangkapan Tersangka Penganiayaan Wartawan di Kupang
Sadis! Bocah Tewas Dibanting...
Sadis! Bocah Tewas Dibanting Pacar Ibunya karena Rewel saat Sakit
Pria di Palmerah Penganiaya...
Pria di Palmerah Penganiaya Anak Kekasihnya hingga Tewas Ditangkap
Berita Terkini
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
9 jam yang lalu
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
9 jam yang lalu
Gen Z Berekspresi, 510...
Gen Z Berekspresi, 510 STUDIOS Bawa Tren Self-Photo ke Lampung Selatan
9 jam yang lalu
Penampakan Lamborghini...
Penampakan Lamborghini hingga Aset Mewah Tersangka Aseng yang Disita Kejagung
10 jam yang lalu
Pesawat AMA Dibakar...
Pesawat AMA Dibakar di Yahukimo, Kemenko Polkam Dorong Tindakan Tegas
11 jam yang lalu
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
12 jam yang lalu
Infografis
Ilmuwan Ungkap Aktivitas...
Ilmuwan Ungkap Aktivitas Otak Manusia Menjelang Kematian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved