PPP anggap komentar Ahok menyesatkan
Selasa, 17 Desember 2013 - 11:42 WIB
PPP anggap komentar Ahok menyesatkan
A
A
A
Sindonews.com - Komentar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) mengenai penghapusan kolom agama dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) dianggap menyesatkan. Padahal Agama adalah bagian dari bangsa Indonesia.
Ketua Majelis Syariah DPP PPP, KH. Noer Iskandar SQ menegaskan, jika Ahok ingin tidak ada diskriminasi, lebih baik Ahok merangkul mereka untuk menganut agama yang sudah diakui Negara.
Bukan malah mengeluarkan wacana mengenai penghapusan kolom agama di KTP. Sebagai seorang pejabat, Ahok seharusnya mengerti hal itu. Jangan sampai tirani minoritas mengalahkan tirani mayoritas.
"Kan Dalam Undang Undang kita sudah jelas kalau agama merupakan bagian dari bangsa dan negara, kok pejabat tidak mengerti itu," kata Noer Iskandar di Pondok Pesantren Asshidiqiyah, Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin 16 Desember 2013.
Noer menjelaskan, pernyataan tersebut tidak bisa didiamkan. Sebab dirinya khawatir jika bangsa Indonesia nantinya akan dijadikan bangsa liberal. Bahkan kalau terlalu lama didiamkan bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang tidak berketuhanan.
Baca juga: Ahok setuju identitas agama dihapus dari KTP
Ketua Majelis Syariah DPP PPP, KH. Noer Iskandar SQ menegaskan, jika Ahok ingin tidak ada diskriminasi, lebih baik Ahok merangkul mereka untuk menganut agama yang sudah diakui Negara.
Bukan malah mengeluarkan wacana mengenai penghapusan kolom agama di KTP. Sebagai seorang pejabat, Ahok seharusnya mengerti hal itu. Jangan sampai tirani minoritas mengalahkan tirani mayoritas.
"Kan Dalam Undang Undang kita sudah jelas kalau agama merupakan bagian dari bangsa dan negara, kok pejabat tidak mengerti itu," kata Noer Iskandar di Pondok Pesantren Asshidiqiyah, Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin 16 Desember 2013.
Noer menjelaskan, pernyataan tersebut tidak bisa didiamkan. Sebab dirinya khawatir jika bangsa Indonesia nantinya akan dijadikan bangsa liberal. Bahkan kalau terlalu lama didiamkan bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang tidak berketuhanan.
Baca juga: Ahok setuju identitas agama dihapus dari KTP
(ysw)