Dihapus, Bahasa Inggris baik untuk ekstrakurikuler

Senin, 16 Desember 2013 - 21:36 WIB
Dihapus, Bahasa Inggris...
Dihapus, Bahasa Inggris baik untuk ekstrakurikuler
A A A
Sindonews.com - Tahun ajaran 2013-2014, Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) mengalami perubahan. Perubahan tersebut menerapkan pendidikan berbasis tematik integratif yang pada tingkat Sekolah Dasar (SD) banyak mengalami perubahan standar.

Jumlah mata pelajaran untuk siswa SD dikurangi hingga enam mata pelajaran yang membuat beberapa mata pelajaran diintegrasikan dalam suatu tema. Siswa SD yang menggunakan kurikulum 2013 tidak lagi mempelajari satu per satu mata pelajaran, melainkan berdasarkan tema yang di dalamnya terangkum beberapa mata pelajaran.

Perubahan kurikulum itu merupakan penajaman dari kurikulum 2006. Perubahan kurikulum 2013 berdampak pada hilangnya beberapa mata pelajaran bagi siswa SD. Pelajaran Bahasa Inggris tidak masuk dalam mata pelajaran yang diintegrasikan. Status mata pelajaran itu akan dijadikan kegiatan ekstrakurikuler siswa.

"Bahasa Inggris memang dibutuhkan dalam pengajaran. Tetapi pada kenyataannya, pelajaran bahasa Inggris untuk siswa SD hanyalah sebuah keterampilan," kata aktivis Forum Kebangsaan Indonesia Siti Fatimah Agustin dalam keterangan resminya di Depok, Senin (16/12/2013).

Dengan dilaksanakannya kurikulum terbaru ini, diharapkan pondasi berpikir siswa semakin kuat. "Jika pelajaran diselenggarakan dengan fun, maka tekanan anak untuk belajar akan menurun. Saya pikir hal ini bagus bagi kelangsungan dunia pendidikan Indonesia," ungkapnya.

Perempuan yang berprofesi sebagai guru ini menilai, sudah tepat keputusan yang memindahkan Bahasa Inggris menjadi ekstrakurikuler. "Dengan cara penyajian pelajaran yang lebih dekat dengan keseharian anak, maka diharapkan siswa mampu menyerap pelajaran dengan lebih baik," harapnya.

Mantan Rektor IAIN Sunan Ampel Nur Syam mengapresiasi pemerintah dalam konteks perubahan kurikulum demi membangun sistem pengajaran yang lebih baik. Perubahan kurikulum 2013 berdampak pada hilangnya beberapa mata pelajaran bagi siswa SD.

Pelajaran Bahasa Inggris tidak masuk dalam mata pelajaran yang diintegrasikan. "Status mata pelajaran itu kini menjadi kegiatan ekstrakurikuler siswa," tutupnya.
(mhd)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
3 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
4 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
5 jam yang lalu
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
5 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
6 jam yang lalu
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
9 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved