Petinggi GAM dilantik jadi Wali Nanggroe Aceh

Jum'at, 13 Desember 2013 - 13:25 WIB
Petinggi GAM dilantik...
Petinggi GAM dilantik jadi Wali Nanggroe Aceh
A A A
Sindonews.com - Setelah molor, karena dirundung kontroversi, mantan Petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Malik Mahmud akhirnya dipastikan dilantik sebagai Wali Nanggroe Aceh, awal pekan ini. Tak tanggung-tanggung, dana pelantikan yang digelontarkan mencapai Rp2,5 miliar.

Pengukuhan akan digelar meriah, di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dalam rapat paripurna istimewa, 16 Desember 2013. Panitia sudah menyebar 2.500 undangan untuk berbagai unsur, termasuk Presiden SBY, Panglima TNI, Kapolri, anggota DPR, dan MPR RI, serta sejumlah menteri.

Malik Mahmud akan mengukuhkan dirinya sendiri secara adat, sebagai Wali Nanggroe ke sembilan. Jelang dilakukan pengukuhan, beberapa tenda sudah didirikan di halaman Gedung DPRA, di Jalan Daud Beureuh, Banda Aceh, untuk menampung undangan yang diperkirakan mencapai 5.000 orang.

"Dana ini tentu tidak akan habis semua, kita menginginkan pemakaian anggaran seefesien mungkin," ujar Sekretaris Majelis Adat Aceh (MAA) Paradis, kepada wartawan, di Banda Aceh, Jumat (13/12/2013).

Dana sebanyak itu, lanjut dia, akan diperuntukkan membiaya semua persiapan seperti konsumsi, sewa tratak, bayar TV monitor, biaya pengamanan, biaya siaran langsung di TV dan radio pemerintah, serta kebutuhan lainnya.

Ketua DPRA Hasbi Abdullah mengatakan, revisi Qanun Nomor 8 Tahun 2012 tentang Lembaga Wali Nanggroe selesai hari ini, sehingga pihaknya sudah memutuskan pelantikannya awal pekan nanti.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri mengancam melarang penggunaan dana untuk Wali Nanggroe jika qanun itu belum direvisi. Karena kewenangan Wali Nanggroe berdasarkan qanun tersebut, melebihi seperti amanat undang-undang.

Pelantikan Malik Mahmud sebagai Wali Nanggroe sempat dijadwalkan pada 20 September 2013. Namun mendadak dibatalkan, karena Presiden SBY yang diundang menolak hadir.

Setelah batal pelantikan, MAA gencar mensosialisasikan Wali Nanggroe ke berbagai daerah di Aceh. Bersamaan dengan itu, unjuk rasa penolakan terhadap Wali Nanggroe dan bendera bulan bintang terjadi di beberapa daerah.
(san)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Bea Cukai dan Polri...
Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 7,9 Kg Sabu dan 5 Ribu Ekstasi di Bengkalis
17 menit yang lalu
BPOLBF dan IN-FLORES...
BPOLBF dan IN-FLORES Rumuskan Masa Depan Ekowisata Labuan Bajo
35 menit yang lalu
Tingkatkan Pelayanan,...
Tingkatkan Pelayanan, Astamaops Kapolri Dorong Transformasi Hotline 110 dan Command Center
1 jam yang lalu
Ingin Berobat ke Negeri...
Ingin Berobat ke Negeri Jiran? IHH Healthcare Malaysia Gelar Expo di Surabaya
3 jam yang lalu
Perbaikan Jalan Imbas...
Perbaikan Jalan Imbas Proyek MRT, Halte Kebon Sirih Arah Kota Ditutup Jumat Malam hingga Senin Pagi
3 jam yang lalu
Soal Putusan PTUN, Pengacara:...
Soal Putusan PTUN, Pengacara: Satuan Pendidikan di Bawah BLU UIN Jakarta Tetap Berjalan
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved